KAI Petakan 10 Titik Rawan Bencana di Daop 3 Cirebon Jelang Mudik Lebaran 2026

KAI Petakan 10 Titik Rawan Bencana di Daop 3 Cirebon Jelang Mudik Lebaran 2026

KAI Daop 3 Cirebon identifikasi 10 titik rawan bencana jelang mudik Lebaran 2026, dengan 6 titik rawan banjir dan 4 titik tanah labil.

(Bisnis.Com) 25/02/26 14:00 146946

Bisnis.com, CIREBON — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon memetakan sedikitnya 10 titik rawan bencana di sepanjang jalur kereta wilayah kerjanya menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemetaan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan dan kelancaran operasional kereta api selama periode angkutan Lebaran.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibuddin, mengatakan dari 10 titik daerah pemantauan khusus tersebut, enam titik berpotensi terdampak banjir dan empat titik lainnya berada di area dengan kontur tanah labil atau berisiko mengalami pergerakan tanah.

“Kami telah memetakan daerah-daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerja Daop 3 Cirebon. Terdapat 10 titik lokasi potensi banjir dan kontur tanah labil yang menjadi perhatian selama masa angkutan Lebaran,” ujar Muhibuddin beberapa waktu lalu.

Enam titik potensi banjir berada di sejumlah jembatan atau BH (Brug Hoofd). Lokasinya antara lain di BH 1085 KM 220+700 hingga KM 220+800 di petak Stasiun Cirebon Prujakan–Waruduwur, BH 915 KM 187+600 hingga KM 187+700 di antara Stasiun Babakan–Losari, serta BH 812 KM 161+600 hingga KM 161+700 di antara Stasiun Brebes–Tanjung.

Selain itu, titik rawan banjir juga teridentifikasi di BH 883 KM 252+500 hingga KM 252+800 dan BH 941 KM 264+700 hingga KM 264+800 di antara Stasiun Ciledug–Ketanggungan, serta BH 827 dan 831 KM 243+200 hingga KM 243+600 di antara Stasiun Sindanglaut–Ciledug.

Sementara itu, empat titik dengan potensi kontur tanah labil berada di KM 148+600 hingga KM 151+700 jalur hulu dan hilir antara Stasiun Haurgeulis–Cilegeh, KM 234+100 hingga KM 234+400 jalur hulu antara Stasiun Luwung–Sindanglaut, KM 274+100 hingga KM 274+200 jalur hulu antara Stasiun Ketanggungan–Larangan, serta KM 175+000 hingga KM 176+100 jalur hilir antara Stasiun Telagasari–Jatibarang.

Muhibuddin menjelaskan berbagai langkah mitigasi telah dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan perjalanan kereta akibat faktor cuaca dan kondisi geografis. Upaya tersebut meliputi normalisasi saluran air dari tumpukan sampah dan sedimentasi, perkuatan penahan tanah di lokasi rawan ambles, serta pemasangan bronjong di sejumlah titik kritis.

Selain itu, Daop 3 Cirebon juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 17 titik stasiun. Stasiun tersebut antara lain Pabuaran, Pasirbungur, Pegaden Baru, Haurgeulis, Terisi, Jatibarang, Arjawinangun, Cirebon, Cirebon Prujakan, Babakan, Tanjung, Bulakamba, Brebes, Sindang Laut, Ciledug, Ketanggungan, dan Songgom.

“AMUS disiapkan untuk mengantisipasi potensi banjir dan ambles di lokasi. Alat material untuk siaga ini merupakan perangkat bantu darurat yang terdiri dari peralatan kerja dan material seperti bantalan rel dan batu balas. Persiapan ini untuk memastikan tindakan cepat ketika terjadi gangguan,” kata Muhibuddin.

Ia menambahkan, selama masa angkutan Lebaran nanti, petugas juga disiagakan untuk melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan tersebut, terutama saat curah hujan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keandalan perjalanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan kereta api untuk mudik Lebaran 2026.

#kai #kai-daop-3 #daop-3-cirebon #titik-rawan-bencana #mudik-lebaran-2026 #potensi-banjir #kontur-tanah-labil #keselamatan-kereta-api #jalur-kereta-cirebon #mitigasi-bencana #alat-material-untuk-siaga #n-a

https://bandung.bisnis.com/read/20260225/549/1955713/kai-petakan-10-titik-rawan-bencana-di-daop-3-cirebon-jelang-mudik-lebaran-2026