Emas Dunia Bidik Level US$5.220, Intip Sentimen Pendorongnya
Harga emas dunia diprediksi naik menuju US$5.220 didorong perlambatan ekonomi AS dan ketegangan geopolitik. Waspadai risiko koreksi harga.
(Bisnis.Com) 23/02/26 18:42 144752
Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas dunia diproyeksikan lanjut menguat pada perdagangan pekan ini, didorong kombinasi sentimen perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya tensi geopolitik global.
Analis Dupoin Futures Andy Nugraha mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas baru-baru ini dipicu oleh rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Core PCE) AS yang melampaui level 3%.
Inflasi yang melebihi ekspektasi memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai. Akhir pekan lalu, emas menguat lebih dari 1% di kisaran US$5.065 per troy ounce usai sempat menyentuh level terendah harian di US$4.981.
“Memasuki sesi perdagangan Asia awal pekan, harga emas mempertahankan momentum positif mendekati level US$5.095. Hal ini didukung oleh meningkatnya ketidakpastian global pasca-kebijakan tarif impor baru Presiden AS Donald Trump,” ucap Andy dalam laporannya, Senin (23/2/2026).
Dia menjelaskan kebijakan tarif telah memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik perdagangan internasional yang lebih luas. Selain itu, ketegangan politik yang melibatkan AS dan Iran turut mempertebal permintaan emas.
Dari sisi makroekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal IV/2025 tercatat tumbuh 1,4% year on year (YoY). Angka ini turun dari pertumbuhan kuartal sebelumnya yakni 4,4% sekaligus berada di bawah ekspektasi pasar.
Perlambatan aktivitas ekonomi di tengah inflasi yang tetap tinggi menciptakan dilema bagi The Fed. Kondisi ketidakpastian kebijakan moneter itu secara historis memberikan dukungan tambahan bagi penguatan harga logam mulia.
Andy menuturkan bahwa secara teknikal, pola candlestick saat ini menunjukkan dominasi tekanan beli yang kuat. Indikator Moving Average mengonfirmasi bahwa tren naik dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah.
Dupoin Futures memproyeksikan jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpotensi menguji level resistansi berikutnya di sekitar US$5.220 per troy ounce dalam jangka pendek. Target tersebut dinilai cukup realistis selama sentimen negatif dari pasar ekonomi AS terus mendominasi.
Meski demikian, pelaku pasar diingatkan untuk mewaspadai risiko koreksi akibat aksi ambil untung. Jika harga gagal mempertahankan momentum, level dukungan terdekat berada di kisaran US$5.004 per troy ounce.
“Jika harga mengalami tekanan dan gagal melanjutkan kenaikan, maka level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di kisaran US$5.004, yang berpotensi menjadi area penopang harga,” pungkas Andy.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#harga-emas #emas-dunia #emas-menguat #sentimen-pendorong #tensi-geopolitik #inflasi-as #instrumen-lindung-nilai #kebijakan-tarif-impor #konflik-perdagangan #ketegangan-politik #pdb-as #kebijakan-monet