RI Impor 580.000 Bibit Ayam GPS dari AS, Nilainya Rp336,88 Miliar

RI Impor 580.000 Bibit Ayam GPS dari AS, Nilainya Rp336,88 Miliar

Indonesia impor 580.000 bibit ayam GPS dari AS senilai Rp336,88 miliar untuk memenuhi kebutuhan industri perunggasan nasional.

(Bisnis.Com) 23/02/26 10:55 143999

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah akan mengimpor produk ayam asal Amerika Serikat (AS) dalam bentuklive poultryuntuk kebutuhanGrand Parent Stock(GPS) sebanyak 580.000 ekor dengan nilai hingga US$20 juta atau setara Rp336,88 miliar (asumsi kurs Rp16.844 per dolar AS).

Adapun, importasi ini bagian dari Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia dan AS (Agreements on Reciprocal Trade/ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan industri perunggasan nasional.

“GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia,” kata Haryo dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (23/2/2026).

Dia menjelaskan, impor bagian ayam sepertileg quarters,breasts,legs, atauthighsselama ini memang tidak dilarang sepanjang memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, dan ketentuan teknis yang berlaku.

Selain itu, Haryo menambahkan untuk kebutuhan industri makanan domestik, Indonesia juga melakukan importasimechanically deboned meat(MDM) sebagai bahan baku pembuatan sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya denganestimasi volume impor sekitar 120.000—150.000 ton per tahun.

Meski demikian, pemerintah menegaskan tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional.

“Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional.Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik,” jelasnya.

Selain ayam, Haryo menambahkan Indonesia juga memberikan akses impor jagung asalAS untuk bahan baku industri makanan & minuman (mamin) dengan volume tertentu per tahun.

Dia menyebut kebutuhan importasi jagung untuk industri mamin pada 2025 mencapai sekitar 1,4 juta ton. Menurutnya, produk jagung asal AS memiliki spesifikasi dan standar mutu sesuai yang dibutuhkan oleh industri mamin.

“Ketentuan ini penting untuk Indonesia dalam rangka memastikan kecukupan bahan baku utama pada industri mamin yang memiliki kontribusi 7,13% terhadap PDB nasional,” terangnya.

Di samping itu, sambung dia, industri mamin menyumbang 21% dari total ekspor industri nonmigas atau senilai US$48 miliar, dan menyerap lapangan kerja hingga 6,7 juta pada 2025.

Nantinya, perjanjian ini akan mulai berlaku 90 hari setelah kedua negara menyampaikan pemberitahuan tertulis yang menyatakan bahwa seluruh prosedur hukum di masing-masing negara, termasuk konsultasi dengan lembaga terkait dan proses ratifikasi, telah rampung dilaksanakan.

#ayam-impor #indonesia-impor-ayam #impor-bibit-ayam-gps #impor-ayam-as #ayam-grand-parent-stock #perjanjian-perdagangan-resiprokal #industri-perunggasan-nasional #perlindungan-peternak-dalam-negeri #ke

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260223/12/1954855/ri-impor-580000-bibit-ayam-gps-dari-as-nilainya-rp33688-miliar