IHSG Dibuka Menghijau Naik ke Level 8.300,22 Terjaga Sentimen BI Rate Ditahan
IHSG dibuka menguat ke 8.300,22 didorong BI Rate stabil di 4,75%. Saham MEDC, MDK, dan XCEL memimpin kenaikan, sementara JPFA dan HEALL melemah.
(Bisnis.Com) 20/02/26 09:15 141686
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan pagi ini Jumat (20/2/2026). Daya tarik pasar saham tetap terjaga didorong kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 4,75%.
Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.05, IHSG dibuka menghijau pada level 8.300,22 naik 40,7 basis point atau sebesar 0,49%.
Dari indeks LQ 45, saham berkapitalisasi besar yang menjadi motor penggerak laju IHSG hari ini adalah saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 5,26% ke level Rp1.800, diikuti saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDK) menguat sebesar 3,97% ke level Rp3.670, saham PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk. (XCEL) turut naik 2,45% ke level Rp2.930.
Penguatan juga terjadi untuk saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) naik 2,10% ke level Rp2.920, kemudian juga saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) naik 2% ke level Rp1.530.
Sebaliknya, penahan laju IHSG hari ini tampak dari saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang turun 2,42% ke level Rp2.420, kemudian saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) melemah 1,14% ke level Rp1.305.
Pelemahan juga terjadi pada saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) turun 0,97% ke level Rp510. Disusul saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 0,95% ke level Rp2.080, selanjutnya saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) turun 0,52% ke level Rp9.500, serta saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) turun 0,51% ke level Rp985.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.200 - 8.360.
"Dengan kombinasi sentimen geopolitik dan stabilitas domestik, IHSG berpotensi menguat terbatas namun cenderung fluktuatif," tulis tim riset.
Di tengah kondisi pasar yang sempat kondusif, muncul sentimen baru dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS kembali menekan Iran untuk segera mencapai kesepakatan terkait program nuklir dalam 10–15 hari ke depan.
Namun di saat yang sama, AS justru meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah.
Langkah ini memicu kekhawatiran pelaku pasar global. Ketika risiko geopolitik meningkat, investor cenderung mengurangi aset berisiko seperti saham dan beralih ke aset safe haven.
Dari dalam negeri, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate di 4,75%. Keputusan ini mengirim dua pesan penting bagi pasar yakni stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas.
Selain itu juga, inflasi diproyeksikan tetap terkendali di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.
Sikap BI yang tidak agresif menaikkan suku bunga memberi ruang bagi pertumbuhan kredit dan menjaga daya tarik pasar saham domestik. Selain itu, BI juga membuka ruang penurunan suku bunga lanjutan jika kondisi memungkinkan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg #ihsg-hari-ini #ihsg-menguat #ihsg-8-300 #bi-rate #suku-bunga-bi #saham-medc #saham-mdk #saham-xcel #saham-smgr #saham-nckl #saham-jpfa #saham-heall #saham-towr #saham-brpt