Cerita Petani Lampung, Olah Tanah Asam Jadi Kebun Kopi Rendah Emisi

Cerita Petani Lampung, Olah Tanah Asam Jadi Kebun Kopi Rendah Emisi

LDC lakukan pendampingan teknis dan inovasi lokal kurangi pestisida, pulihkan tanah, dan bantu petani kopi bangkit.

(Kompas.com) 14/02/26 18:35 137056

JAKARTA, KOMPAS.com — Perubahan cara bertani menjadi titik balik bagi sebagian petani kopi di Lampung Utara yang sempat kehilangan harapan akibat kondisi tanah yang memburuk.

“Semenjak bimbingan dari LDC, saya mengubah pola pertanian kopi saya sedikit-sedikit. Alhamdulillah, jadi ada perkembangan,” kata Solihin, petani kopi peserta demoplot Louis Dreyfus Company (LDC), dalam acara bertajuk "Regenerative Agriculture" di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Ia mengungkapkan hasil pengecekan menunjukkan pH tanahnya hanya 5,3 sampai 5,6, padahal idealnya antara 6 sampai 7. Kondisi itu membuatnya sempat ingin beralih menjadi petani sawit.

“Dulu sekitar tahun 2020, saya sudah frustrasi karena kondisi tanah seperti itu. Saya berniat mau alih jadi petani kelapa sawit,” ujarnya.

Mengurangi Ketergantungan Bahan Kimia

Kolaborasi LDC dengan Pandawa Agri Indonesia menjadi bagian dari upaya menekan penggunaan input kimia tanpa menurunkan produktivitas.

“Fokus kami adalah menghadirkan inovasi pertanian yang membantu mengurangi ketergantungan pada input kimia tanpa menurunkan hasil panen,” ujar Kukuh Roxa, CEO Pandawa Agri Indonesia.

Menurut dia, teknologi yang dikembangkan telah berkontribusi pada pengurangan lebih dari 5 juta liter pestisida dan sekitar 17.500 ton emisi CO2 di Indonesia dan Malaysia.

Sejak 2021, inisiatif bersama petani padi dan kopi membantu mengurangi sekitar 2.000 ton CO2 ekuivalen melalui pengelolaan air, nutrisi, dan pengurangan pestisida.

Solihin merasakan dampaknya. “Biasanya kami memakai obat kimia seperti racun rumput hingga 100 persen, tapi sekarang sudah berkurang menjadi 50 persen,” katanya.

Biochar dan Pohon Penaung

Taufiq, petani kopi lainnya, mengaku mendapat bantuan alat pembuat biochar.

“Biochar itu sejenis arang. Arang itu menyimpan rongga-rongga untuk menyimpan air dan nutrisi,” ujarnya.

Program agroforestri juga mendorong penanaman pohon buah sebagai penaung, dengan harapan memberi tambahan sumber pendapatan di luar kopi.

Sebagai informasi, Louis Dreyfus Company telah hadir di Indonesia sejak 1999 dan mengelola berbagai lini bisnis komoditas pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk kopi, kapas, biji-bijian dan minyak nabati, gula, jus, serta beras.

Kehadiran perusahaan menjadi bagian dari ekspansi praktik pertanian regeneratif dalam rantai pasok globalnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #petani-kopi #pertanian-regeneratif #ldc

https://money.kompas.com/read/2026/02/14/183531926/cerita-petani-lampung-olah-tanah-asam-jadi-kebun-kopi-rendah-emisi