Pertama Sejak Lima Tahun, Unilever (UNVR) Bukukan Pertumbuhan Laba Bersih
Unilever (UNVR) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 127,38% YoY pada 2025, mencapai Rp7,64 triliun, setelah mengalami koreksi lima tahun berturut-turut.
(Bisnis.Com) 12/02/26 12:01 134314
Bisnis.com, JAKARTA — Setelah selama sedikitnya 5 tahun belakangan mencatatkan laba yang terkoreksi, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) akhirnya mampu membukukan torehan laba bersih yang tumbuh signifikan pada kinerja tahunan 2025.
Merujuk data historis, laba bersih yang mampu dibukukan Unilever sejak 2020 selalu mengalami koreksi. Pada 2021 misalnya, koreksi laba bersih terjadi sebesar 19,69% year-on-year (YoY) menjadi Rp5,75 triliun pada 2021. Begitu juga pada 2024 dengan koreksi laba bersih hingga 30% YoY menjadi Rp3,36 triliun.
Kini, pada laporan keuangan terbaru yang merujuk pada kinerja Unilever sepanjang 2025, raksasa FMCG ini telah mampu membukukan laba senilai Rp3,53 triliun dari segmen bisnis yang masih berjalan. Jika memasukan kontribusi Sariwangi dan bisnis es krim, laba bersih Unilever bahkan mampu tumbuh menjadi Rp7,64 triliun atau melesat 127,38% YoY.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap, menerangkan bahwa keberhasilan Unilever keluar dari jerat laba yang terkoreksi, bersumber dari upaya pemulihan yang belakangan gencar dilakukan perusahaan yang berinduk ke Inggris ini.
"Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun, terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).
Dalam upayanya mencatatkan kinerja yang bertumbuh, Unilever sedikitnya memiliki tiga strategi utama untuk mencapai hal tersebut, seperti pengendalian biaya, penguatan merek, hingga penguatan saluran penjualan.
Pada strategi penguatan merek misalnya, aksi divestasi yang belakangan gencar dilakukan Unilever terhadap bisnis es krim dan Sariwangi, telah memungkinkan perseroan untuk fokus pada portofolio utama. Hal itu tampak dari 16 portofolio utama perseroan, seperti Royco, Pepsodent, atau Bango telah berkontribusi sebesar 75% dari total penjualan atau bertumbuh 9,1% YoY.
Sepanjang 2025, Unilever juga berupaya memperluas saluran penjualannya dengan membangun sejumlah toko guna memberikan eksposur yang cukup besar kepada pelanggan ritel. Upaya ini juga dilakukan melalui ekosistem digital.
"Sepanjang 2025, Unilever tetap fokus untuk disiplin terhadap pengurangan biaya, dengan mengintegrasikan produktivitas di seluruh rantai nilai," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Unilever membukukan lonjakan laba bersih sepanjang 2025. Emiten barang konsumsi itu meraih laba Rp7,64 triliun, melonjak 126,83% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp3,36 triliun pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan, penjualan bersih UNVR tercatat Rp31,94 triliun, tumbuh 4,31% yoy dari Rp30,62 triliun pada tahun sebelumnya. Kontributor terbesar masih berasal dari segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh yang menyumbang Rp23,35 triliun atau naik 4,16% yoy.
Sementara itu, segmen makanan dan minuman mencatatkan penjualan Rp8,58 triliun, meningkat 4,74% yoy. Dari sisi geografis, penjualan domestik tumbuh 3,98% yoy menjadi Rp31 triliun. Adapun penjualan ekspor melonjak 16,48% yoy menjadi Rp942,13 miliar.
#unilever-laba-bersih #unilever-indonesia #pertumbuhan-laba-unilever #unilever-2025 #unilever-fmcg #unilever-strategi-bisnis #unilever-pengendalian-biaya #unilever-penguatan-merek #unilever-penjualan-2