Penyaluran Kredit Perbankan di Jatim Tembus Rp625,66 Triliun

Penyaluran Kredit Perbankan di Jatim Tembus Rp625,66 Triliun

Penyaluran kredit perbankan di Jatim mencapai Rp625,66 triliun pada Desember 2025, tumbuh 1,9% yoy. Stabilitas terjaga dengan NPL 3,37% dan CAR 31,38%.

(Bisnis.Com) 10/02/26 15:41 132002

Bisnis.com, SURABAYA — Realisasi penyaluran kredit perbankan di Jawa Timur (Jatim) menembus angka Rp625,66 triliun pada Desember 2025.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V. M. Tarhoran mengatakan kinerja perbankan di Jatim masih solid.

Total penyaluran kredit sebesar Rp625,66 triliun atau tumbuh sebesar 1,9% (year-on-year/yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp817,59 triliun atau tumbuh 3,5% (yoy).

"Stabilitas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL (Non-Performing Loan) yang terjaga baik di level 3,37% dan CAR (Capital Adequacy Ratio) yang kuat sebesar 31,38%,” katanya dikutip Selasa (10/2/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam Media Briefing bertema “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri" di Surabaya, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagaimana tercermin dari AL/DPK sebesar 26,74% dan AL/NCD sebesar 119,31%, di atas threshold.

Dia menegaskan, solidnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal Ventura, lembaga keuangan Mikro, dan lembaga jasa keuangan Lainnya (PVML).

Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur Saiful Islam menyampaikan sampai dengan Desember 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,74%.

Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai shock absorber dilakukan melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektivitas, dan kesejahteraan.

Menurutnya, kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat di atas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LPS Provinsi Jawa Timur Bambang S. Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjamin simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif.

LPS menjamin penuh lebih dari 665 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 15,7 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,9796% dari total rekening.

Menurut Kepala BI Provinsi Jatim Ibrahim kuatnya perekonomian Jawa Timur pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan 2026.

"Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5% ±1%," ucapnya.

#kredit-perbankan #penyaluran-kredit #perbankan-jatim #kredit-jatim #ojk-jatim #dpk-jatim #npl-jatim #car-jatim #ekonomi-jatim #stabilitas-perbankan #risiko-likuiditas #pasar-modal-jatim #belanja-apbn

https://surabaya.bisnis.com/read/20260210/532/1951731/penyaluran-kredit-perbankan-di-jatim-tembus-rp62566-triliun