Himperra Target Pengembangan Rumah Subsidi 60.000 Unit
Himperra menargetkan pembangunan 60.000 rumah subsidi pada 2026, meningkat dari 37.593 unit pada 2025.
(Bisnis.Com) 08/02/26 16:21 129785
Bisnis.com, JAKARTA — Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mencanangkan target pengembangan rumah subsidi 60.000 unit pada 2026, dari realisasi 37.593 unit pada 2025.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himperra, Ari Tri Priyono, menyampaikan pada 2025, pihaknya telah merealisasikan pembangunan sebanyak 50.000 unit rumah. Perinciannya, 37.593 unit rumah subsidi, dan sisanya hunian komersial di berbagai wilayah Indonesia.
Pada 2026, para pengembang yang tergabung dalam Himperra menargetkan pembangunan rumah sebanyak 75.000 unit, dengan rincian 60.000 unit hunian subsidi dan 15.000 unit komersial.
“Hal itu sejalan dengan komitmen organisasi dalam mendukung penyediaan hunian layak dan terjangkau di seluruh Indonesia,” paparnya dalam siaran pers, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Indonesia memiliki 93,55 juta kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, backlog kepemilikan rumah mencapai 12,57 juta KK, sedangkan backlog kualitas yakni rumah yang tidak layak huni mencapai 16,59 juta KK.
Kemudian, berdasarkan pemetaan backlog per wilayah, kawasan urban mencatat backlog kualitas sebanyak 2,10 juta keluarga dan backlog kepemilikan mencapai 4,56 juta keluarga. Adapun, wilayah pesisir memiliki backlog kualitas yang lebih tinggi, yakni 5,22 juta keluarga, dengan backlog kepemilikan sebanyak 2,60 juta keluarga.
Angka tersebut menggambarkan persoalan kelayakan hunian masih lebih dominan di kawasan pesisir dibandingkan kawasan perkotaan. Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku usaha memacu ketersediaan rumah.
Pada 2025, penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) mencatatkan rekor tertinggi dengan penyaluran 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun.
Sementara itu, Himperra ikut serta dalam pembangunan infrastruktur air di wilayah terdampak banjir di Aceh. Menurut Ari Tri Priyono, keterbatasan akses air bersih menjadi salah satu persoalan utama setelah bencana.
Sebanyak 20 titik sumur bor yang dilengkapi dengan sistem Reverse Osmosis (RO) dibangun di lokasi-lokasi strategis di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Barat. Sistem RO ini dirancang agar masyarakat dapat langsung mengakses air yang layak konsumsi, sekaligus meminimalisasi risiko penyakit yang kerap muncul akibat buruknya sanitasi setelah bencana banjir.
Menjelang bulan Ramadan, Himperra juga melakukan program pemulihan sarana ibadah dan menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat terdampak banjir.
#rumah-subsidi #himperra #pengembangan-rumah #target-rumah-subsidi #rumah-subsidi-2026 #backlog-rumah #rumah-layak-huni #rumah-komersial #pembangunan-rumah #fasilitas-likuiditas-pembiayaan #infrastrukt