Seleksi Ketat di PSB 2026, Labschool UNJ Soroti Keseimbangan Akademik dan Mental

Seleksi Ketat di PSB 2026, Labschool UNJ Soroti Keseimbangan Akademik dan Mental

Labschool UNJ fokus pada keseimbangan akademik dan mental siswa dalam PSB 2026, dengan seleksi ketat dan pendekatan pembelajaran yang ramah dan inovatif.

(Bisnis.Com) 08/02/26 14:02 129685

Bisnis.com, JAKARTA — Isu kesehatan mental anak dan rasa aman di lingkungan sekolah menjadi perhatian orang tua dalam memilih institusi pendidikan.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait tekanan akademik, kekerasan, hingga risiko pergaulan digital, sekolah dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan ekosistem belajar yang sehat dan berimbang.

Kepala BPS Labschool UNJ Prof. Dr. Totok Bintoro, M.Pd mengatakan, iklim pembelajaran yang aman, menyenangkan, dan bermakna menjadi pondasi utama yang terus dijaga di seluruh unit Labschool.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab memastikan proses pendidikan tidak menjadi sumber stres bagi peserta didik.

“Pembelajaran di Labschool dibangun dengan prinsip iman, ilmu, dan amal. Suasana belajar harus mendalam, menyenangkan, dan bermakna, sehingga tidak menimbulkan tekanan psikologis pada anak,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (8/2/2026).

Pada tahun ajaran 2026, Labschool UNJ kembali menyelenggarakan Penerimaan Siswa Baru (PSB) melalui sistem seleksi terpusat bernama PSB One Lab yang dikendalikan di tingkat pusat dan dilaksanakan di masing-masing unit Labschool.

Tahun ini, PSB Labschool membuka dua jalur penerimaan, yakni jalur prestasi dan jalur tes. Jalur prestasi dilakukan melalui penilaian portofolio dan rapor, dengan hasil seleksi telah diumumkan lebih awal. Peserta yang belum lolos di jalur tersebut masih memiliki kesempatan mengikuti jalur tes.

Pelaksanaan tes seleksi PSB 2026 digelar di Gedung A SMP Labschool Ciracas pada Minggu (7/2/2026). Sebelum mengikuti ujian, siswa dan orang tua disambut dengan ramah melalui rangkaian acara serta pentas seni yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMP Labschool, menciptakan suasana yang hangat dan bersahabat sejak awal proses seleksi.

“Jalur tes menggunakan sistem Computer Adaptive Test (CAT), di mana tingkat kesulitan soal menyesuaikan kemampuan peserta. Sistem ini bekerja otomatis dan hasilnya diolah secara terpusat, sehingga prosesnya transparan dan objektif,” jelasnya.

Dia menambahkan, seleksi dilakukan untuk menjaring peserta didik terbaik di tengah tingginya minat masuk Labschool, terutama di jenjang SMP dan SMA. Perbandingan antara daya tampung dan jumlah pendaftar di sejumlah unit bahkan mencapai 1:2 hingga 1:3.

Meski belum menyediakan skema beasiswa penuh atau melalui program bantuan pemerintah, Labschool memberikan pembebasan Sumbangan Tahunan Pendidikan (STP) bagi siswa berprestasi tingkat nasional maupun internasional yang dibuktikan dengan sertifikat kejuaraan.

Selain seleksi akademik, Labschool juga menaruh perhatian besar pada penguatan karakter dan kesehatan mental peserta didik. Totok menegaskan, sistem pembelajaran Labschool dirancang agar anak tidak terjebak pada tekanan berlebihan.

“Sejak sebelum istilah pembelajaran mendalam dikenal luas, Labschool sudah menerapkan konsep ‘PRIMA’, yaitu pembelajaran yang ramah, inovatif, kreatif, mendalam, dan aktif. Kalau ada anak stres, penyebabnya bukan dari proses belajar di sekolah,” ujarnya.

Dalam menghadapi tantangan era digital, Labschool juga mengembangkan pendekatan digital pedagogy dengan melatih guru memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), sebagai alat bantu pembelajaran. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas belajar tanpa mengabaikan aspek pedagogik dan kesejahteraan siswa.

Disisi lain menanggapi isu keamanan anak, termasuk maraknya kasus kekerasan dan child grooming, Totok menegaskan bahwa Labschool mengedepankan pendidikan berbasis karakter. Kurikulum disusun dalam empat elemen utama, yakni intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta hidden curriculum.

“Akademik unggul itu penting, tetapi tidak cukup. Anak harus punya karakter kuat, filter yang baik untuk membaca perkembangan zaman, dan lingkungan yang memberi keteladanan,” katanya.

Menurut Totok, lingkungan sekolah yang tertata, bersih, dan kondusif juga menjadi bagian dari pendidikan yang tidak tertulis, namun berpengaruh besar pada pembentukan perilaku siswa.

#psb-2026 #labschool-unj #kesehatan-mental-anak #tekanan-akademik #ekosistem-belajar-sehat #pembelajaran-aman #psb-one-lab #jalur-prestasi #jalur-tes #computer-adaptive-test #seleksi-peserta-didik #pem

https://kabar24.bisnis.com/read/20260208/79/1951093/seleksi-ketat-di-psb-2026-labschool-unj-soroti-keseimbangan-akademik-dan-mental