Petani Kecil Butuh Rp7.385 Triliun per Tahun untuk Adaptasi Iklim

Petani Kecil Butuh Rp7.385 Triliun per Tahun untuk Adaptasi Iklim

Petani kecil butuh Rp7.385 triliun per tahun untuk adaptasi iklim guna menghadapi perubahan iklim dan mendukung ketahanan pangan global.

(Bisnis.Com) 23/10/25 07:58 12943

Bisnis.com, JAKARTA — Analisis terbaru yang dirilis oleh Climate Focus untuk Family Farmers for Climate Action mengungkap bahwa kebutuhan pembiayaan adaptasi iklim bagi petani kecil (smallholders) mencapai US$443 miliar per tahun, atau sekitar Rp7.385 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.671 per US$).

Laporan tersebut disusun oleh aliansi global yang mewakili 95 juta petani kecil di Afrika, Amerika Latin, Asia dan Pasifik menjelang KTT Iklim COP30. Pertemuan global yang digelar di Belem, Brasil pada November mendatang itu akan menempatkan isu adaptasi sebagai agenda utama.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kecil dengan luas lahan maksimal 10 hektare membutuhkan US$443 miliar setiap tahun untuk membangun ketahanan dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Nilai ini setara dengan investasi rata-rata US$952 per hektare per tahun atau US$2,19 per hari.

Angka tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan US$470 miliar per tahun yang menurut estimasi PBB dihabiskan untuk subsidi pertanian yang merugikan manusia dan lingkungan. Kebutuhan dana ini juga hanya mewakili sepertiga dari total US$1,4 triliun yang dikeluarkan negara-negara berkembang untuk membayar utang pada 2023.

Terlepas dari kebutuhan dana yang besar, pengeluaran global untuk adaptasi petani kecil pada 2021 hanya mencapai US$1,59 miliar, atau 0,36% dari kebutuhan riil. Secara rata-rata, petani kecil mengalokasikan 20–40% dari pendapatan tahunan mereka untuk langkah adaptasi, dengan total sekitar US$368 miliar per tahun.

Presiden Eastern Africa Farmers Federation (EAFF), Elizabeth Nsimadala, yang mewakili 25 juta petani kecil, menekankan bahwa pendanaan ini bukanlah bentuk bantuan, melainkan investasi untuk ketahanan pangan global.

“Dana ini bukanlah amal, melainkan investasi bagi keamanan pangan seluruh dunia. Petani kecil memproduksi separuh kalori pangan dunia, menopang 2,5 miliar mata pencaharian, dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok global untuk komoditas seperti beras, gandum, kakao, dan kopi,” kata Nsimadala dalam siaran pers, Kamis (23/10/2025).

Sementara itu, Thales Mendonça, petani agroforestri dari Brasil Selatan dan perwakilan Inter-Continental Network of Organic Farmer Organisations, menambahkan bahwa investasi pada petani kecil juga merupakan keharusan ekologis.

“Kami memelopori praktik agroekologi yang memperkuat ketahanan iklim dengan memulihkan fungsi alam. Mendukung petani kecil untuk memperluas kerja ini adalah cara tercepat untuk berpindah dari kelangkaan menuju keberlimpahan,” katanya.

Isu adaptasi akan menjadi salah satu fokus utama di COP30, dengan rencana penyepakatan indikator kemajuan untuk Global Goal on Adaptation (GGA) serta pembentukan rencana adaptasi nasional. Namun, daftar indikator yang dibahas saat ini belum mencakup pendanaan spesifik bagi petani kecil.

Selain itu, belum ada kejelasan apakah negara-negara maju akan memenuhi janji mereka untuk melipatgandakan pembiayaan adaptasi menjadi US$38–40 miliar pada 2025, atau menetapkan target baru untuk menggantikannya.

Di sisi lain, Presidensi Brasil untuk COP30 tengah mendorong Action Agenda yang menargetkan mobilisasi pembiayaan dan dukungan politik untuk pertanian berkelanjutan seperti agroekologi, sekaligus memastikan suara petani keluarga terwakili dalam pembahasan tentang pembiayaan, kerugian dan kerusakan (loss and damage), serta transisi berkeadilan (just transition) melalui inisiatif Circle of Peoples.

Sekretaris Jenderal Asian Farmers’ Association (AFA), Esther Penunia, yang mewakili 12 juta petani kecil, menyerukan peningkatan drastis pembiayaan adaptasi untuk melindungi pertanian dari badai, kekeringan, dan gelombang panas yang semakin parah.

“Pemerintah harus sepakat meningkatkan pendanaan adaptasi untuk melindungi pertanian kami dari cuaca ekstrem yang kian menghancurkan. Menyalurkan lebih banyak dana langsung ke petani kecil melalui organisasinya akan memberikan dampak terbesar,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut perlu diwujudkan dengan mempermudah akses langsung organisasi petani terhadap pembiayaan, serta mendukung pembentukan Farmers Resiliency Fund, yakni dana khusus yang dikelola langsung oleh organisasi petani keluarga.

#petani-kecil #adaptasi-iklim #pembiayaan-adaptasi #ketahanan-pangan #perubahan-iklim #investasi-pertanian #agroekologi #cop30 #pendanaan-global #ketahanan-iklim #subsidi-pertanian #keamanan-pangan #ag

https://hijau.bisnis.com/read/20251023/651/1922724/petani-kecil-butuh-rp7385-triliun-per-tahun-untuk-adaptasi-iklim