Harga Layanan Internet Berbasis Satelit: Starlink Cs vs Ubiqu-Mangoesky Cs
Starlink menawarkan internet satelit LEO dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah, mulai Rp479.000/bulan. Mangoesky dan Ubiqu berbasis GEO, lebih mahal dan lambat.
(Bisnis.Com) 05/02/26 18:50 127263
Bisnis.com, JAKARTA— Layanan internet berbasis satelit menjadi salah satu alternatif konektivitas, terutama untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber.
Di pasar saat ini, terdapat dua pendekatan teknologi yang banyak digunakan, yakni satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) seperti Starlink milik SpaceX, serta layanan satelit lokal berbasis orbit geostasioner (Geostationary Orbit/GEO) seperti Ubiqu dan Mangoesky.
Mengutip laman resmi Starlink, layanan ini memanfaatkan jaringan satelit LEO yang mengorbit lebih dekat ke Bumi dibanding satelit GEO tradisional. Posisi orbit tersebut membuat Starlink diklaim memiliki latensi lebih rendah dan kecepatan internet lebih tinggi.
Di Indonesia, Starlink menawarkan beberapa kategori paket. Paket Residensial Lite dibanderol Rp479.000 per bulan, sedangkan paket Residensial standar dipatok Rp750.000 per bulan.
Untuk kebutuhan yang lebih besar dan fleksibel, tersedia paket Local Priority dengan kuota 50 GB di kisaran Rp647.000 per bulan. Sementara itu, paket dengan kuota hingga 2 TB dapat mencapai sekitar Rp5,3 juta per bulan.
Secara umum, layanan Starlink LEO mampu menghasilkan kecepatan internet di atas 100 Mbps untuk penggunaan rumah tangga, dengan latensi yang lebih rendah dibanding satelit GEO.
Berbeda dengan Starlink, layanan internet satelit lokal berbasis GEO seperti Ubiqu dan Mangoesky menggunakan satelit yang berada jauh dari permukaan Bumi. Kondisi ini membuat layanan GEO memiliki karakteristik latensi yang lebih tinggi serta variasi kecepatan yang lebih besar.
Ubiqu, yang memanfaatkan Satelit Nusantara Satu, menawarkan paket berlangganan dengan kecepatan unduh hingga 100 Mbps. Paket unlimited ditawarkan mulai sekitar Rp500.000 per bulan, dengan opsi penambahan kuota (top-up) sesuai kebutuhan.
Adapun Mangoesky menyediakan berbagai pilihan paket dengan kecepatan unduh berkisar 2 Mbps hingga 10 Mbps dan kecepatan unggah sekitar 1 Mbps, bergantung pada frekuensi serta jenis paket yang dipilih pelanggan. Untuk paket bulanan tanpa kuota dengan kecepatan hingga 2 Mbps, biayanya berada di kisaran Rp3,67 juta per bulan.
Sementara itu, paket KU-Band 6 Mbps dipatok sekitar Rp6,57 juta per bulan, dan paket C-Band 10 Mbps mencapai sekitar Rp13,75 juta per bulan, umumnya dengan ketentuan kontrak sewa minimum. Mangoesky juga menyediakan skema tahunan dengan sistem beli putus perangkat serta opsi penambahan kuota sesuai kebutuhan, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
Ragam paket ini menjadi solusi konektivitas bagi wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Namun, dari sisi karakteristik kecepatan dan latensi, layanan GEO tidak sebanding dengan layanan berbasis LEO.
Secara umum, teknologi LEO seperti Starlink menawarkan kecepatan tinggi dan latensi rendah yang mendekati kualitas internet kabel, dengan pilihan paket yang lebih variatif.
Di sisi lain, layanan satelit GEO lokal tetap menjadi solusi penting bagi komunitas atau institusi di lokasi terpencil, meskipun dengan kecepatan dan struktur harga yang berbeda-beda sesuai karakteristik layanannya.
#starlink-internet #mangoesky-internet #satelit-internet #starlink-vs-mangoesky #layanan-satelit #internet-satelit #starlink-indonesia #mangoesky-paket #ubiqu-internet #starlink-harga #mangoesky-harga #n-a