IHSG Hari Ini Potensi Bergerak Terbatas, Cek Saham MYOR-UNVR
IHSG diprediksi bergerak terbatas, saham INDF, MYOR, dan UNVR direkomendasikan beli oleh BRI Danareksa Sekuritas, sementara BUVA disarankan jual.
(Bisnis.Com) 03/02/26 08:23 123521
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026). Sejumlah saham seperti INDF, MYOR, hingga UNVR masuk dalam rekomendasi analis hari ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan kemarin masih mengalami koreksi 4,88% ke posisi 7.922. Walaupun terdapatforeign buysenilai Rp593,35 miliar, tekanan lebih terkonsentrasi pada saham-saham konglomerat.
“Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak terbatas dengan support di 7.858 dan resistance di 8.089, sembari mewaspadai potensi tekanan jual lanjutan. Pasar cenderung wait and see menantikan hasil komunikasi regulator–MSCI terkait transparansi pasar, serta langkah kebijakan awal dari kepemimpinan baru regulator,” katanya dalam riset harian, Selasa (3/2/2026).
Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menjadi rekomendasi pertama BRI Danareksa Sekuritas setelah pada perdagangan kemarin mampu menguat dan tengah menguji fase konsolidasinya.
Analis merekomendasikanbuy on breakoutpada level Rp7.100 per saham, dengan target harga pada level Rp7.200 dan Rp7.450.Stop losssaham ini berada pada level kurang dari Rp7.000.
“Jika harga mampu menembus level Rp7.100, maka ada potensi lanjutan penguatan dengan targetresistanceselanjutnya pada Rp7.200–Rp7.450. Sentimen tambahan adalah selama seminggu terakhir, INDF diakumulasi oleh investor asing sebesar Rp177,55 miliar,” tambahnya.
Selain itu, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) juga masuk sebagai rekomendasi analis lantaran pada perdagangan terakhir, MYOR mampu menguat dan menguji levelresistanceRp2.370, yang sekaligus menjadi levelbuy on breakbagi saham konsumer ini.
Target harga saham ini berada pada level Rp2.430 dan Rp2.520 per saham, denganstop losspada area kurang dari Rp2.300 per saham. Sentimen tambahan saham ini juga datang dari sektor ritel yang diprediksi memasuki fase pemulihan pada tahun ini.
Sementara saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) direkomendasikan beli pada area Rp2.000–Rp2.030 per saham, dengan target harga pada level Rp2.100 dan Rp2.160.Stop losssaham ini berada pada area kurang dari Rp1.980.
Menurutnya, di tengah tekanan pada indeks, saham-saham konsumer justru unjuk gigi dan menjadi sektor defensif yang lebih tahan terhadap guncangan.
“Jika dilihat memakai chart 1 jam, UNVR membentuk pola cup and handle dengan volume yang meningkat. Selama berada di atasnecklineRp1.980, ada potensi bullish dengan targetresistancepada level Rp2.100–Rp2.160,” tambahnya.
Sebaliknya, saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) justru masuk dalam saham yang direkomendasikan jual oleh analis, lantaran pergerakan saham BUVA pada perdagangan terakhir telah melemah sebesar 14,92%.
Kini, harga saham BUVA tengah dibanderol senilai Rp1.055 per saham. Analis merekomendasikansupportselanjutnya pada level Rp905 per saham.
"Seminggu terakhir, investor asing mencatatkan net sell cukup masif sebesar Rp15,59 miliar di reguler market," katanya.
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg-terbatas #saham-bri-danareksa #rekomendasi-saham-indf #saham-myor #saham-unvr #buy-on-breakout #target-harga-saham #stop-loss-saham #saham-konsumer #saham-defensif #foreign-buy #tekanan-jual-saha