Microsoft Jor-joran Investasi di AI, Investor Khawatirkan Nasib ROI

Microsoft Jor-joran Investasi di AI, Investor Khawatirkan Nasib ROI

Microsoft menginvestasikan US$37,5 miliar pada AI, memicu kekhawatiran investor tentang ROI. Pertumbuhan Azure melambat, meski pendapatan naik 17%.

(Bisnis.Com) 30/01/26 07:10 119294

Bisnis.com, JAKARTA — Investasi masif Microsoft Corp. pada teknologi kecerdasan artifisal (AI) memicu kekhawatiran baru di Wall Street. Mereka menyoroti apakah hasil (return on investment/ROI) didapatkan sebanding dengan investasi yang digelontorkan.

Saham raksasa teknologi tersebut merosot lebih dari 6% pada perdagangan perpanjangan, menyusul laporan belanja modal yang memecahkan rekor di tengah pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) yang melambat.

Perusahaan mengungkapkan telah menghabiskan dana sebesar US$37,5 miliar atau sekitar Rp633 triliun untuk belanja modal pada periode Oktober–Desember. Angka ini sebagian besar didorong oleh investasi infrastruktur AI dan pengadaan cip komputasi.

Total belanja terkait AI Microsoft telah melampaui Rp3.380 triliun sejak dimulainya tahun fiskal 2024.

Agresivitas pengeluaran ini menegaskan ambisi perusahaan untuk memimpin perlombaan AI, namun malah mulai membuat investor cemas mengenai dampaknya terhadap margin keuntungan.

Di tengah pengeluaran besar tersebut, pertumbuhan bisnis cloud Azure tercatat sebesar 39% pada kuartal ini. Angka tersebut hanya sedikit melampaui ekspektasi pasar dan menandai perlambatan dibandingkan pertumbuhan 40% pada kuartal sebelumnya, menimbulkan keraguan seberapa cepat investasi AI akan diterjemahkan menjadi keuntungan yang lebih tinggi.

Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Satya Nadella berusaha meyakinkan analis bahwa adopsi AI masih dalam tahap awal. Nadella mengungkapkan data penggunaan inti untuk pertama kalinya, menyebutkan bahwa asisten AI M365 Copilot telah mencapai 15 juta pengguna tahunan dan menegaskan bahwa permintaan pelanggan masih melebihi pasokan yang tersedia.

"Kami menambahkan hampir 1 gigawatt total kapasitas pada kuartal ini saja," ujar Nadella kepada para analis, melansir dari Fortune, Kamis (29/1/2026),

Meski demikian, tekanan kompetisi semakin nyata dengan hadirnya model AI baru seperti Gemini dari Google dan Claude dari Anthropic. Investor khawatir persaingan yang makin ketat ini dapat menggerus dominasi Microsoft dalam solusi AI perusahaan.

Microsoft memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Azure berada di kisaran 37% hingga 38%. Angka ini sejalan dengan ekspektasi pasar, namun perusahaan juga memperingatkan adanya potensi tekanan pada margin cloud akibat kenaikan harga cip memori dalam beberapa bulan mendatang.

Kepala Riset Perangkat Lunak AS di Morgan Stanley Keith Weiss menilai pertumbuhan belanja modal yang lebih cepat dari ekspektasi menjadi beban bagi sentimen investor.

Dia menyoroti adanya ketimpangan antara pengeluaran infrastruktur yang masif dengan pertumbuhan Azure yang justru melandai.

“Masalah intinya bermuara pada kekhawatiran mengenai pengembalian investasi [ROI] atas belanja modal ini dari waktu ke waktu,” kata Weiss.

Secara fundamental keuangan, Microsoft sebenarnya mencatatkan kinerja solid dengan pendapatan total naik 17% menjadi US$81,27 miliar dan laba per saham (EPS) sebesar US$4,14. Namun, fokus pasar yang tertuju pada efisiensi modal membuat pencapaian ini tertutup oleh sentimen negatif belanja infrastruktur.

#microsoft-investasi-ai #microsoft-roi #investasi-microsoft #microsoft-cloud #microsoft-azure #microsoft-saham #microsoft-belanja-modal #microsoft-infrastruktur-ai #microsoft-cip-komputasi #microsoft-p

https://teknologi.bisnis.com/read/20260130/84/1948565/microsoft-jor-joran-investasi-di-ai-investor-khawatirkan-nasib-roi