Kadar Omega-3 Rendah pada Wanita Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer
Kadar omega-3 rendah pada wanita meningkatkan risiko Alzheimer. Suplementasi DHA dapat mencegahnya. Konsumsi ikan berlemak dan sumber nabati omega-3.
(Bisnis.Com) 22/10/25 08:44 11772
Bisnis.com, JAKARTA - Perempuan lebih berisiko terkena penyakit Alzheimer, penyait degeneratif yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Salah satu penyebabnya adalah kadar asam lemak omega-3 yang lebih rendah.
Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif di mana timbul plak dan penumpukan protein di otak yang dapat menyebabkan kematian serta kerusakan neuron.
Hal ini menyebabkan berbagai gejala neurologis seperti kesulitan berpikir, konsentrasi, daya ingat, penalaran, dan masalah perilaku.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar asam lemak Omega, terutama DHA, rendah pada penyakit Alzheimer. Defisiensi omega-3 lebih terasa pada perempuan karena bererkaitan dengan perubahan hormonal dan kemungkinan genetik.
Sebuah studi terbaru dari Inggris juga menemukan bahwa kadar asam lemak tak jenuh ini secara tidak proporsional memang lebih rendah pada wanita dengan penyakit Alzheimer.
Para peneliti juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pria dengan penyakit Alzheimer dan pria dengan fungsi kognitif normal. Hal ini menunjukkan bahwa asam lemak ini sangat penting bagi kesehatan otak wanita paruh baya dan wanita dengan riwayat demensia dalam keluarga.
Namun, suplementasi dengan omega-3, terutama DHA, terbukti dapat membantu mencegah perkembangan penyakit dan dapat menjadi pendekatan praktis bagi individu yang berisiko.
Asam lemak omega-3 adalah asam lemak tak jenuh ganda yang disintesis dalam jumlah kecil hanya di dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, asam lemak ini disebut nutrisi esensial.
Tiga jenis asam lemak Omega 3 yang penting secara medis adalah:
1. Asam alfa-linolenat (ALA)
2. Asam eikosapentaenoat (EPA)
3. Asam dokosaheksaenoat (DHA)
Asam lemak omega-3 yang berasal dari tumbuhan adalah ALA. Sementara dua lainnya ditemukan pada ikan dan minyak ikan.
Asam lemak Omega-3 memiliki berbagai fungsi biologis yang penting.
Asam lemak ini merupakan komponen penting membran sel. Asam lemak ini mengurangi trigliserida dan tekanan darah, sehingga penting untuk kesehatan kardiovaskular.
Asam lemak ini juga ditemukan dalam jumlah tinggi di sel-sel otak dan mata. Omega-3 bertugas menjaga fungsi otak, mengurangi stres oksidatif dan peradangan, meningkatkan suplai darah ke otak, dan memiliki efek antiapoptotik atau kematian sel.
Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, wanita disebut lebih rentan terhadap penyakit ini, kemungkinan berkaitan dengan:
1. Perubahan hormonal selama menopause.
2. Depresi.
3. Kurangnya aktivitas fisik.
4. Predisposisi genetik.
Kadar asam lemak omega-3 dalam plasma atau konsentrasi membran eritrosit dapat digunakan di masa mendatang untuk mendeteksi pasien berisiko tinggi terkena penyakit Alzheimer.
Adapun, penelitian menunjukkan bahwa suplementasi DHA 1 g per hari dapat melindungi dari penyakit ini. Makanan kaya omega-3 antara lain ikan berlemak seperti sarden, salmon, dan makerel.
Sumber nabati antara lain flax seed, chia, kenari, kedelai, kacang merah, alga, minyak mustard, dan minyak zaitun.
Meskipun perempuan berisiko lebih tinggi terkena Alzheimer, penggunaan bahan-bahan umum yang umum ditemukan di dapur dapat cukup membantu dalam mencegah penyakit mematikan ini.
#omega-3 #alzheimer #wanita #risiko-alzheimer #asam-lemak #dha #kesehatan-otak #penyakit-neurodegeneratif #suplementasi-omega-3 #defisiensi-omega-3 #asam-lemak-tak-jenuh #fungsi-kognitif #kesehatan-kar