Perampokan di Louvre, Perhiasan Warisan Napoleon Senilai Rp 1,6 Triliun Raib dalam 8 Menit
Pencurian siang bolong di Museum Louvre Paris guncang dunia seni, dengan nilai perhiasan yang raib mencapai 102 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,6 T.
(Kompas.com) 22/10/25 06:01 11582
KOMPAS.com - Perhiasan bersejarah yang dicuri dalam perampokan siang hari di Museum Louvre, Paris, diperkirakan bernilai 88 juta euro atau sekitar 102 juta dollar AS (Rp 1,68 triliun). Nilai fantastis itu diungkapkan Jaksa Prancis Laure Beccuau mengutip keterangan kurator museum.
Beccuau menyebut jumlah tersebut sebagai hal yang luar biasa, namun menegaskan kerugian terbesar sesungguhnya adalah hilangnya sebagian warisan sejarah Prancis.
“Lebih dari nilai uangnya, ini adalah kehilangan bagi sejarah dan kebanggaan bangsa,” ujarnya kepada RTL Radio, dikutip dari BBC.
Barang yang dicuri mencakup perhiasan mahkota dan koleksi bersejarah yang pernah menjadi hadiah dua Napoleon untuk istri mereka.
Di antaranya kalung berlian dan zamrud yang diberikan Kaisar Napoleon kepada istrinya, tiara yang pernah dikenakan Permaisuri Eugenie—istri Napoleon III, serta beberapa perhiasan milik Ratu Marie-Amelie.
Perampokan itu terjadi kurang dari delapan menit setelah museum paling banyak dikunjungi di dunia itu dibuka pada Minggu pagi. Empat pencuri bertopeng menggunakan truk dengan alat pengangkat mekanis untuk masuk melalui balkon menuju Galerie d’Apollon, ruang pameran perhiasan kerajaan yang terletak di tepi Sungai Seine.
Dua di antara mereka memotong jendela kaca di lantai satu dengan gergaji listrik bertenaga baterai dan berhasil menerobos masuk. Mereka kemudian mengancam petugas keamanan yang segera mengevakuasi pengunjung dari lokasi.
Dalam pelarian, para pencuri sempat meninggalkan mahkota rusak milik Permaisuri Eugenie di rute pelarian mereka, diduga karena terburu-buru. Upaya membakar kendaraan pelarian gagal setelah dicegah oleh staf museum. Para pelaku kemudian melarikan diri dengan skuter.
Lebih dari dua hari setelah kejadian, para pelaku masih belum tertangkap. Para ahli khawatir perhiasan berharga itu sudah hilang selamanya.
“Kami berharap dengan mengumumkan nilainya, para pelaku berpikir dua kali untuk menghancurkannya,” kata Beccuau.
Ia menambahkan bahwa jika para pencuri berniat melelehkan logam mulia dan permata itu, mereka tidak akan memperoleh nilai penuh dari hasil kejahatannya.
Tanggapan Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut insiden tersebut sebagai serangan terhadap warisan budaya Prancis. Pemerintah kini memperketat pengamanan di berbagai lembaga budaya setelah laporan awal menemukan sepertiga ruangan di Louvre tidak memiliki kamera pengawas dan sistem alarm tidak aktif saat kejadian.
Menteri Kehakiman Gérald Darmanin mengakui sistem keamanan gagal total.
“Fakta bahwa pencuri bisa membawa truk yang dimodifikasi hingga ke pintu museum memberikan citra yang sangat buruk bagi Prancis,” ujarnya.
Penyidik meyakini pelaku merupakan kelompok profesional mengingat cara kerja mereka yang cepat dan terorganisir.
Para pakar pemulihan karya seni memperkirakan aparat hanya memiliki waktu satu hingga dua hari untuk menemukan perhiasan itu sebelum kemungkinan besar lenyap untuk selamanya.
Beberapa ahli menduga perhiasan tersebut telah dibongkar menjadi logam dan batu permata, diselundupkan keluar negeri, lalu dijual dengan harga jauh di bawah nilai aslinya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang