Wamenkes: Devisa Bocor Rp160 Triliun Tiap Tahun Imbas Warga Berobat ke Luar Negeri
Wamenkes Dante menyatakan RI kehilangan Rp160 triliun per tahun karena warga berobat ke luar negeri. Meski RS lokal berkualitas, hospitality jadi tantangan.
(Bisnis.Com) 27/01/26 13:02 115585
Bisnis.com, JAKARTA — Wakil menteri kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut Indonesia kehilangan sejumlah kapital akibat dari banyak warganya memilih berobat ke luar negeri daripada di rumah sakit (RS) dalam negeri.
Dante mengatakan RS di Indonesia kini berhadapan dengan kompetisi global. Layanan kesehatan banyak, tapi di antara pasien berobat ke luar negeri.
Dante mengatakan kualitas dokter dan infrastruktur kesehatan di RS Indonesia sebenarnya tidak kalah. Namun, di antara kekurangan RS di Indonesia adalah hospitality.
"Sejumlah kapital kemudian keluar dari Indonesia," kata Dante dalam peresmian Primaya Hospital Kelapa Gading pada Selasa (27/1/2026).
Dia mengatakan sebanyak Rp160 triliun devisa negara kemudian bocor ke luar negeri setiap tahunnya. Aliran dana dari warga Indonesia yang berobat ke luar negeri itu menyasar Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Korea Selatan.
Meski begitu, Dante mengatakan sistem layanan kesehatan di Indonesia bertumbuh. Investasi di bidang layanan kesehatan pun terus dilakukan, di antaranya oleh Primaya Hospital Group atau PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY) dengan meresmikan RS terbarunya di Kelapa Gading.
CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali mengatakan RS bertaraf internasional itu menjadi RS yang ke-20 Primaya Hospital.
"Ini bentuk komitmen Primaya Hospital dalam memberikan solusi layanan kesehatan dan klinis berstandar internasional," ujar Leona.
#berobat-ke-luar-negeri #kehilangan-devisa #layanan-kesehatan-indonesia #kualitas-dokter-indonesia #infrastruktur-kesehatan-indonesia #rumah-sakit-indonesia #kompetisi-global-kesehatan #primaya-hospita