Usaha Patungan TikTok-Oracle (USDS) Beroperasi, Investor AS Pegang Kendali

Usaha Patungan TikTok-Oracle (USDS) Beroperasi, Investor AS Pegang Kendali

TikTok dan Oracle membentuk usaha patungan di AS, dengan investor AS memegang kendali 45% untuk memastikan keamanan data dan independensi algoritma.

(Bisnis.Com) 24/01/26 13:48 112992

Bisnis.com, JAKARTA — Platform yang dimiliki oleh perusahaan China ByteDance, TikTok, resmi memulai operasional entitas usaha patungan barunya dengan Oracle di Amerika Serikat (AS). Investor AS pegang kendali atas perusahaan baru tersebut.

Diberi nama “TikTok USDS Joint Venture LLC”, pembentukan entitas ini merupakan respons langsung atas Perintah Eksekutif yang ditandatangani Presiden Trump pada 25 September 2025.

Melalui kesepakatan senilai US$14 miliar atau sekitar Rp235,9 triliun, struktur kepemilikan platform video singkat ini mengalami perombakan total. Konsorsium investor Amerika Serikat yang dipimpin oleh Oracle dan Silver Lake kini mengambil alih kendali dengan kepemilikan saham sekitar 45%.

Manajemen TikTok dalam keterangan resminya menyatakan langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan bisnis bagi lebih dari 200 juta pengguna dan 7,5 juta pelaku usaha di AS.

Struktur baru ini dirancang khusus untuk memisahkan operasional TikTok di AS dari pengaruh China serta memenuhi mandat keamanan nasional yang ketat.

"Usaha patungan ini beroperasi di bawah perlindungan yang ditetapkan untuk melindungi keamanan nasional melalui perlindungan data yang komprehensif," tulis manajemen TikTok dikutip, Sabtu (24/1/2026).

Secara rinci, struktur kepemilikan saham terbagi kepada tiga investor pengelola utama yakni perusahaan ekuitas swasta Silver Lake, raksasa teknologi komputasi cloud Oracle, dan perusahaan investasi yang berbasis di Abu Dhabi MGX. Ketiganya masing-masing memegang 15% saham.

Sementara itu, ByteDance selaku mantan induk perusahaan hanya mempertahankan kepemilikan minoritas sebesar 19,9%.

Fokus utama dari joint venture ini adalah menjamin kedaulatan data dan independensi algoritma. Manajemen menegaskan bahwa seluruh data pengguna AS akan dilindungi dalam lingkungan komputasi awan (cloud) Oracle yang berbasis di AS.

Selain itu, algoritma rekomendasi konten akan mengalami penyesuaian teknis yang signifikan.

Perusahaan kini diawasi oleh dewan direksi beranggotakan 7 orang dengan komposisi mayoritas warga negara Amerika Serikat. Dewan ini diisi oleh CEO TikTok Shou Chew, Eksekutif Oracle Kenneth Glueck, dan CEO DXC Technology Raul Fernandez.

Untuk memimpin operasional harian, Dewan Direksi menunjuk Adam Presser sebagai Chief Executive Officer (CEO) pertama TikTok USDS Joint Venture. Dia akan didampingi oleh Will Farrell yang menjabat sebagai Chief Security Officer (CSO) untuk menangani protokol keamanan siber.

Kendati struktur baru ini telah terbentuk, sejumlah pengamat menilai masih terdapat tantangan terkait independensi teknologi. Mantan Direktur Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) Chris Krebs menyoroti aspek teknis kepemilikan algoritma sebagai isu krusial.

"Isu utamanya adalah apakah entitas TikTok AS benar-benar memiliki dan mengendalikan sistem rekomendasi tersebut, atau apakah mereka hanya melisensikannya," kata Krebs melansir dari Politico, Jumat (23/1/2026).

Menurut Krebs, skema lisensi berpotensi memberikan celah bagi ByteDance untuk tetap memiliki pengaruh terhadap konten yang didistribusikan kepada 170 juta pengguna aktif di AS. Hal ini menjadi perhatian mengingat Undang-undang tahun 2024 secara spesifik melarang kerja sama operasional algoritma antara ByteDance dan TikTok versi AS.

#tiktok #tiktok-oracle #tiktok-usds #tiktok-amerika-serikat #tiktok-investor-as #tiktok-bytedance #tiktok-keamanan-nasional #tiktok-data-pengguna #tiktok-algoritma #tiktok-silver-lake #tiktok-cloud-ora

https://teknologi.bisnis.com/read/20260124/84/1946841/usaha-patungan-tiktok-oracle-usds-beroperasi-investor-as-pegang-kendali