Intip Strategi Perencanaan Keuangan untuk Liburan Agar Tak Ketar-ketir

Intip Strategi Perencanaan Keuangan untuk Liburan Agar Tak Ketar-ketir

Intip cara mempersiapkan keuangan untuk liburan agar liburan aman, nyaman, dan bebas boncos.

(Bisnis.Com) 23/01/26 14:23 112100

Bisnis.com, JAKARTA -- Minat masyarakat Indonesia untuk berwisata masih cukup tinggi meskipun di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi.

Selain di dalam negeri, beberapa destinasi wisata di luar negeri juga jadi tujuan favorit, salah satunya ke Jepang. Bisa bermain salju di akhir dan awal tahun, melihat sakura di musim semi, menikmati makanan khas yang terkenal dan mendunia, serta mengunjungi tempat-tempat ikonik, Jepang jadi pilihan destinasi wisata favorit banyak orang.

Menurut laporan SiteMinder’s Changing Traveler Report 2026, untuk destinasi luar negeri, Jepang menjadi destinasi internasional paling diminati sebesar 45%, disusul Singapura 28% dan Korea Selatan 25%.

Berdasarkan data HSBC ANA Travel Fair 21 Januari 2026 juga mencatat minat bepergian konsumen Indonesia masih terlihat positif, di mana dari berbagai lokasi pre-sale di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Surabaya terlihat dari nilai transaksi yang naik sebesar 32% dari periode tahun lalu.

Sebelum liburan, tentu saja banyak persiapan yang harus dilakukan, tidak cukup hanya dengan menyiapkan tiket pesawat dan penginapan.

Perencanaan perjalanan yang matang perlu dilakukan agar liburan lebih nyaman, aman, dan bebas ketar-ketir. Salah satu yang paling penting adalah soal pengelolaan finansial yang baik.

Lanny Hendra, Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia mengungkapkan beberapa cara untuk perencanaan keuangan liburan. Pertama, dengan membeli tiket jauh-jauh hari.

"Ini bisa dimanfaatkan, bukan sebagai pengeluaran impulsif, tapi untuk menghindari kerugian finansial akibat lonjakan harga mendadak," jelasnya, dikutip Jumat (23/1/2026).

Misalnya, melakukan pembelian tiket pada Januari untuk mengamankan kursi penerbangan di momen-momen utama seperti musim mekarnya bunga Sakura di Jepang yang biasa jatuh di Maret hingga awal April, periode libur sekolah di Juni, atau liburan akhir tahun.

Berdasarkan data historis Google Flights menunjukkan bahwa harga tiket ke Jepang atau AS bisa meningkat 30-40% jika dipesan mendekati musim-musim puncak (peak season) tersebut.

Ditambah lagi dengan nilai tukar rupiah yang saat ini sangat kompetitif, Januari menjadi waktu yang baik secara finansial untuk bertransaksi dan mendapatkan imbal hasil dari perencanaan yang baik.

Selain dengan membeli tiket jauh-jauh hari, berikut sejumlah tips mempersiapkan perencanaan keuangan untuk berlibur menurut HSBC Indonesia:

1. Tentukan anggaran liburan tahunan: Tetapkan bujet liburan untuk setahun (berdasarkan destinasi dan mata uang), lalu pisahkan menjadi anggaran liburan utama dan liburan singkat untuk memudahkan alokasi dan menghindari pengeluaran berlebih per perjalanan.

2. Pesan tiket lebih awal: Amankan kursi penerbangan jarak jauh lebih awal (golden hour) untuk menghemat harga secara signifikan.

3. Kelola arus kas. Manfaatkan fasilitas cicilan 0% atau pembayaran bertahap yang disesuaikan dengan jadwal perjalanan.

4. Pisahkan dana darurat: Jaga dana darurat tetap utuh. Pastikan sumber pendanaan liburan tidak mengganggu alokasi rutin investasi.

5. Maksimalkan point rewards: Cek promo eksklusif kartu kredit dan maskapai dan tukarkan miles untuk mendapatkan layanan premium dengan harga hemat.

#liburan-keuangan #perencanaan-liburan #strategi-keuangan #destinasi-wisata #wisata-jepang #tiket-pesawat-murah #anggaran-liburan #pengelolaan-finansial #tips-liburan-hemat #cicilan-0-persen #dana-daru

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260123/361/1946658/intip-strategi-perencanaan-keuangan-untuk-liburan-agar-tak-ketar-ketir