Penjualan Semen Domestik 2025 Terkoreksi 2%, Segmen Curah Tertekan
Penjualan semen domestik 2025 turun 2% YoY, tertekan pada segmen curah. Jawa menopang pertumbuhan, sedangkan Sumatra dan Kalimantan melandai.
(Bisnis.Com) 22/01/26 18:05 111118
Bisnis.com, JAKARTA — Penjualansemendomestik sepanjang 2025 masih mencatat kontraksi tipis meskipun menunjukkan perbaikan pada akhir tahun.
Kondisi tersebut pun tecermin dari kinerja duaemiten semenyakni PTSemen IndonesiaTbk. (SMGR) dan PTIndocement Tunggal PrakarsaTbk. (INTP).
Berdasarkan laporan Indo Premier Sekuritas, total volume penjualan semen nasional sepanjang Januari–Desember 2025 turun 2% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 63,9 juta ton. Pelemahan terutama berasal dari segmen semen curah (bulk) yang terkontraksi, sedangkan penjualan semen kantong (bag) masih tumbuh tipis.
“Secara kumulatif, volume sepanjang 2025 turun 2% YoY menjadi 63,9 juta ton, didukung oleh penjualan kemasan (tumbuh 1% YoY) sementara penjualan curah turun 8% YoY,” tulis analis Indo Premier Sekuritas Jovent Muliadi dan Axel Azriel dalam riset yang dirilis Selasa (21/1/2026).
Pada Desember 2025, volume penjualan semen nasional sebenarnya tercatat membaik dengan pertumbuhan 6% YoY menjadi 5,98 juta ton, meski secara bulanan (month-to-month/MtM) turun 1% dibandingkan November 2025.
Jovent dan Axel menilai perbaikan tersebut terutama dipengaruhi efek basis rendah pada periode yang sama tahun sebelumnya, ketika volume semen nasional sempat tertekan hingga turun 12% YoY.
“Secara struktural, perbaikan volume ini belum mencerminkan pemulihan permintaan yang kuat.”
Secara wilayah, Pulau Jawa menjadi penopang utama dengan pertumbuhan volume 11% YoY pada Desember 2025, didorong oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebaliknya, kinerja di luar Jawa relatif tertahan dengan pertumbuhan hanya 2% YoY, tertekan oleh penurunan di Sumatra dan Kalimantan.
Tekanan terutama berasal dari Sumatra yang turun 4% YoY, seiring dampak banjir di sejumlah wilayah, serta Kalimantan yang turun 9% YoY akibat melambatnya progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dari sisi emiten, SMGR mencatatkan pertumbuhan volume penjualansemen8% YoY pada Desember 2025, ditopang oleh kenaikan penjualan semen kantong. Namun, secara kumulatif sepanjang 2025, volume penjualan SMGR masih turun 4% YoY menjadi 29,9 juta ton.
Sementara itu, INTP membukukan volume penjualan yang relatif datar secara tahunan pada Desember 2025 dan turun 2% secara bulanan. Secara kumulatif, volume penjualan INTP sepanjang 2025 tercatat 18,1 juta ton, turun 4% YoY.
Dengan perkembangan tersebut, Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor semen. Para analis memperkirakan permintaan semen masih berpotensi melemah pada awal 2026 seiring musim hujan dan periode menjelang Ramadan dan Idulfitri, meskipun valuasi sektor dinilai relatif murah.
“Kami mempertahankan pandangan netral pada sektor ini,” pungkas Jovent dan Axel.
#semen-domestik #penjualan-semen #semen-curah #semen-kantong #industri-semen #emiten-semen #semen-indonesia #indocement-tunggal-prakarsa #volume-penjualan-semen #penjualan-semen-2025 #penjualan-semen-n