Apple Desak Update iOS 26, Ratusan Juta Pengguna iPhone Terancam Spyware
Apple mendesak pengguna iPhone segera update ke iOS 26 untuk melindungi dari spyware berbahaya yang menargetkan perangkat lunak lama.
(Bisnis.Com) 21/01/26 10:50 109267
Bisnis.com, JAKARTA – Apple mendesak ratusan juta pengguna iPhone di seluruh dunia untuk segera melakukan update sistem operasi ke iOS 26.
Manajemen Apple menegaskan bahwa pengguna yang bertahan dengan iOS 18, tidak lagi memadai untuk melindungi perangkat modern. Kebijakan ini diberlakukan untuk menanggulangi kerentanan terhadap serangan spyware jenis baru yang secara spesifik menargetkan perangkat lunak lama.
Imbauan ini diambil setelah raksasa teknologi asal Cupertino tersebut menghentikan rilis pembaruan iOS 18 pada Desember lalu. Keputusan strategis ini secara efektif mengakhiri dukungan keamanan bagi perangkat yang kompatibel dengan sistem operasi terbaru.
Para analis industri memperkirakan dampak dari situasi ini cukup masif secara operasional. Data menunjukkan bahwa lebih dari setengah iPhone yang mampu menjalankan iOS 26 belum melakukan pembaruan. Artinya, ratusan juta perangkat di seluruh dunia dalam risiko keamanan data yang serius.
Melansir dari The Standard, Selasa (20/1/2026), Apple menjelaskan bahwa serangan siber terkini mengeksploitasi celah keamanan pada arsitektur perangkat lunak lama. Oleh karena itu, satu-satunya mitigasi risiko bagi pengguna perangkat modern adalah bermigrasi ke iOS 26 yang memuat patch keamanan berkala.
Bagi pengguna yang telah menjalankan iOS 26.2, posisi keamanan perangkat dinilai jauh lebih aman. Sementara itu, bagi perangkat lawas yang tidak kompatibel dengan sistem baru, penggunaan iOS 18.7.3 menjadi standar keamanan minimal yang disarankan.
Sebelumnya, Apple menerapkan strategi transisi saat peluncuran awal iOS 26 pada September lalu. Perusahaan sempat terus merilis pembaruan untuk iOS 18, seperti iOS 18.7, bersamaan dengan perbaikan untuk sistem operasi yang lebih baru.
Namun, strategi tersebut berubah total pada akhir tahun lalu. Apple menarik iOS 18 dari rilis umum bagi perangkat yang kompatibel dengan iOS 26, yakni iPhone 11 dan model yang lebih baru.
Saat ini, pembaruan keamanan untuk iOS 18 hanya tersedia secara eksklusif bagi perangkat lawas yang tidak dapat ditingkatkan ke iOS 26. Perangkat tersebut meliputi iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR.
Selain pembaruan perangkat lunak, aspek teknis lain yang disoroti untuk mengamankan perangkat dari serangan siber adalah pentingnya proses reboot atau mematikan dan menyalakan ulang perangkat. Proses instalasi iOS 26 secara otomatis memaksa perangkat melakukan reboot, yang dinilai krusial bagi keamanan.
Badan keamanan siber global, termasuk ANSSI di Prancis dan Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, merekomendasikan pengguna untuk mematikan total ponsel cerdas setidaknya sepekan sekali.
Langkah teknis ini bertujuan untuk menghentikan semua proses yang berjalan di memori perangkat. Pemutusan proses ini dapat memutus rantai eksekusi bentuk-bentuk spyware non-persisten tertentu yang mungkin menyusup.
Bagi pengguna yang belum melakukan pembaruan, Apple menyarankan untuk segera melakukan pencadangan (backup) data guna mengamankan informasi korporat maupun pribadi.
Pengguna dapat memeriksa ketersediaan pembaruan melalui menu Pengaturan, kemudian memilih opsi Umum dan Pembaruan Perangkat Lunak. Jika tersedia, pengguna diminta menekan opsi "Unduh dan Instal" untuk memastikan proteksi perangkat.
#ios-26-update #iphone-spyware #apple-security-update #ios-18-vulnerability #iphone-security-risk #ios-26-features #ios-26-download #apple-software-update #ios-26-benefits #iphone-data-protection #ios