Film Sadali Jadi Sekuel Romantis yang Bertumpu pada Emosi dan Pendalaman Peran
Film Sadali, sekuel romantis dari MVP Pictures, tayang 5 Februari 2026. Disutradarai Kuntz Agus, film ini mengeksplorasi cinta dan penyesalan dengan latar Magelang.
(Bisnis.Com) 19/01/26 20:45 107771
Bisnis.com, JAKARTA - MVP Pictures kembali merilis film bergenre drama romantis berjudul Sadali.
Menjadi sekuel dari Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, film ini diadaptasi dari kumpulan quote karya penulis dan seniman asal Bandung, Pidi Baiq, yang dikenal dengan gaya nakal namun reflektif.
Disutradarai Kuntz Agus, naskah film ini ditulis melalui kolaborasi Titien Wattimena dan Pidi Baiq, yang menerjemahkan fragmen-fragmen puisi menjadi narasi sinematik. Sadali dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada 5 Februari 2026.
Premis Sadali mengeksplorasi tema cinta, penyesalan, serta kesempatan kedua. Pendekatannya tidak bertumpu pada konflik besar, melainkan pada kekuatan karakter dan refleksi emosional yang perlahan tumbuh dalam relasi antarmanusia.
Mengambil latar Magelang dengan suasana yang tenang dan khas, film ini digadang menawarkan pengalaman visual yang hangat dan membumi. Lanskap tersebut memperkuat emosi universal yang dekat dengan realitas kehidupan dewasa muda masa kini.
Adinia Wirasti, yang memerankan karakter Mera, menyebut film ini bukan romansa konvensional. Dia memandang Mera sebagai sosok perempuan yang telah berdamai dengan dirinya sendiri, sehingga emosi yang dimainkan lebih bersifat menahan dan menerima.
Selama proses syuting, Adinia juga menghadapi tantangan membangun relasi dengan Sadali yang terpaut usia cukup jauh. Namun, dia mengaku tidak pernah merancang chemistry secara teknis, melainkan mengikuti apa yang tumbuh secara natural di lokasi syuting.
“Ini bukan sekadar cinta-cintaan, tapi cerita tentang hal-hal yang sering tak sempat diucapkan,” ujarnya dalam media junket film Sadali di Jakarta, Senin (19/1/2025).
Dirancang sebagai sekuel sejak proses syuting pada 2023, aktris Hanggini juga mengaku menghadapi tantangan dalam memerankan Arnaza. Latar waktu cerita yang berpindah dari era 1990-an hingga awal 2000-an menuntut penyesuaian dari segi kostum, pendalaman karakter, hingga psikologis tokoh.
Hanggini mengungkapkan ketertarikannya terlibat dalam film ini juga didorong rasa penasaran terhadap proses alih wahana dari puisi ke naskah sinema. Selain itu, dia tertantang membawakan karakter gadis Minang yang selama ini jarang dia eksplorasi.
“Salah satu challenge-nya adalah saat kami syuting film pertama dan kedua secara beriringan, di mana secara visual kami harus memastikan set serta perkembangan karakternya terlihat berbeda,” katanya.
Sementara itu, Faiz Virzha memaknai Budi sebagai sosok yang hadir bukan untuk memberi jawaban, melainkan menemani. Pendalaman peran Budi dia bangun melalui sikap sederhana, tenang, dan konsisten berada di momen-momen penting tanpa perlu menonjol.
Menurut Faiz, kekuatan karakter tersebut terletak pada kesetiaan emosional. “Budi mengajarkan bahwa dalam hidup, kita tidak selalu harus memberi solusi. Kadang cukup hadir dan tidak pergi,” ujarnya.
Selain Ajil Ditto, Adinia Wirasti, Hanggini, dan Faiz Virzha, Sadali juga dibintangi Shania Gracia, Ciara Nadine Brosnan, Wina Marrino, dan Joni Asman. Perilisan film ini pada Februari disebut sekaligus untuk menyambut momen Hari Kasih Sayang.
#sadali-film #drama-romantis #sekuel-hidup-ini-terlalu-banyak-kamu #pidi-baiq #kuntz-agus #titien-wattimena #cinta-penyesalan #kesempatan-kedua #emosi-universal #adinia-wirasti #mera-karakter #hanggini