Pesawat ATR yang Hilang Kontak Saat Digunakan Kementerian KP untuk Pengawasan Laut

Pesawat ATR yang Hilang Kontak Saat Digunakan Kementerian KP untuk Pengawasan Laut

Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang hilang sedang digunakan Kementerian KP untuk pengawasan.

(Kompas.com) 17/01/26 22:07 106099

KOMPAS.com-Pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang hilang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar sedang digunakan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk tugas pengawasan.

Tugas itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

"Kita memang punya air surveillance (pengawasan udara). Nah, air surveillance itu kita kerja sama dengan Indonesia Air Transport. Jadi selalu kita gunakan untuk beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, khususnya untuk pengawasan di daerah-daerah perbatasan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Dalam misi pemantauan pada hari ini, kata Wahyu, ada tiga pegawainya yang berangkat.

Mereka memulai perjalanan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi temuan robekan kain yang menyerupai logo Kementerian KP di lokasi pencarian pesawat.

Ketiga pegawai Kementerian KP itu antara lain:
-Ferry Irawan, analis kapal pengawas
-Deden Mulyana, pengelola barang milik negara
-Yoga Naufal, operator foto udara

Hingga kini, Wahyu belum bisa memberikan kepastian soal nasib mereka. Dia hanya menyatakan, proses pencarian masih berlangsung.

Setelah konferensi pers, Wahyu langsung bertolak menuju rumah salah satu pegawainya yang hilang di bilangan Jakarta Selatan.

"Pak Menteri mau langsung geser ke rumah pegawai yang sekarang sedang dicari. Saya mohon doa. Ini kan lagi status search, dan keluarga juga perlu kita temani," kata Staf Khusus Menteri KP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Media Doni Ismanto.

Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 melakukan penerbangan dengan rute Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pagi tadi, Sabtu.

Kemudian pukul 04.23 UTC atau sekitar 11.23 WIB atau 12.23 Wita, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar.

Namun alam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.

ATC kemudian memberikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

Saat arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan awak pesawat mendadak terputus.

Merespons kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan.

Upaya pencarian kini difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#pesawat-hilang #sakti-wahyu-trenggono #menteri-kp #kementerian-kp

https://money.kompas.com/read/2026/01/17/220727426/pesawat-atr-yang-hilang-kontak-saat-digunakan-kementerian-kp-untuk-pengawasan