Bank Mandiri (BMRI) Laporkan Penggunaan Dana Obligasi Berkelanjutan Rp5 Triliun
Bank Mandiri (BMRI) melaporkan penggunaan dana obligasi berkelanjutan yang dirilis pada tahun lalu.
(Bisnis.Com) 17/01/26 16:13 105921
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melaporkan seluruh dana hasil penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 senilai bersih Rp4,97 triliun telah sepenuhnya terealisasi dan digunakan untuk ekspansi kredit, tanpa menyisakan dana menganggur.
Berdasarkan Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri mencatat hasil penawaran umum bruto sebesar Rp5 triliun, dengan biaya penawaran mencapai Rp33,68 miliar, sehingga realisasi bersih dana yang diperoleh perseroan mencapai Rp4,97 triliun .
Manajemen menyampaikan bahwa 100% dana bersih hasil penerbitan obligasi tersebut dialokasikan untuk ekspansi kredit, sesuai dengan rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam prospektus. Dengan realisasi tersebut, sisa dana tercatat nihil.
Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 tersebut efektif pada 19 Desember 2025. Dalam laporan yang sama, perseroan merinci komponen biaya penawaran umum.
Adapun perinciannya antara lain biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp26,82 miliar, underwriting fee Rp2,5 miliar, management fee Rp700 juta, selling fee Rp700 juta, serta biaya lembaga penunjang pasar modal Rp1,48 miliar
Pertumbuhan Kredit
BMRI mencatat pertumbuhan dua digit pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjelang tutup buku 2025.
Berdasarkan laporan keuangan bank only per akhir November 2025, hingga akhir November 2025, kredit perseroan tumbuh 13,1% secara tahunan menjadi Rp1.452 triliun, sementara DPK meningkat 15,9% year on year ke level Rp1.584 triliun.
Bank Mandiri turut mencatatkan likuiditas perseroan yang terjaga. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) berada di kisaran 91%. Seiring ekspansi kredit, total aset Bank Mandiri alias bank only per November 2025 naik 14,6% YoY menjadi Rp2.120 triliun.
Dari sisi pendapatan, emiten berkode BMRI ini mencatat pendapatan bunga tumbuh 9,5% YoY. Di sisi lain, tekanan beban bunga mulai mereda.
Beban bunga pada November 2025 tercatat Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II. Secara kuartalan, beban bunga turun 1,7% hingga kuartal III dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV/2025.
Kontribusi pendapatan nonbunga juga semakin kuat. Hingga November 2025, pendapatan nonbunga tumbuh 12,1% YoY, didorong oleh peningkatan transaksi digital dan optimalisasi solusi keuangan.
Fee based income dari transaksi digital tercatat tumbuh sekitar 14% YoY, dengan kontribusi Livin’ by Mandiri yang melonjak hampir 20%. Sementara itu, bisnis treasury mencatat pertumbuhan fee sekitar 55% seiring meningkatnya aktivitas trading dan layanan nasabah.
Adapun, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tercatat 0,99% per November 2025, dengan coverage ratio sekitar 260%. Kondisi tersebut mendorong penurunan beban pencadangan hingga 36% secara tahunan, yang pada akhirnya memperkuat kinerja laba.
#bank-mandiri #obligasi-berkelanjutan #ekspansi-kredit #dana-obligasi #laporan-penggunaan-dana #pertumbuhan-kredit #dana-pihak-ketiga #loan-to-deposit-ratio #pendapatan-bunga #beban-bunga #pendapatan-n