Cetak Rekor, Aset Kelolaan BlackRock Tembus 14 Triliun Dollar AS

Cetak Rekor, Aset Kelolaan BlackRock Tembus 14 Triliun Dollar AS

BlackRock berhasil mencatat rekor baru dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) melampaui 14 triliun dollar AS pada akhir 2025.

(Kompas.com) 15/01/26 21:40 104962

KOMPAS.com - Perusahaan pengelola aset terbesar dunia, BlackRock, berhasil mencatat rekor baru dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) melampaui 14 triliun dollar AS pada akhir 2025.

Pencapaian ini didorong oleh aliran dana masuk yang kuat sepanjang kuartal IV 2025 dan kinerja pasar keuangan global yang menguat.

Dikutip dari Financial Times, Kamis (15/1/2026), pada kuartal terakhir tahun 2025, BlackRock menerima dana masuk sebesar 342 miliar dollar AS, jauh melampaui prediksi analis.

Sepanjang tahun, total dana yang dipercayakan klien kepada perusahaan ini hampir mencapai 700 miliar dollar AS.

Kenaikan aset kelolaan ini sebagian besar berasal dari bisnis saham dan obligasi, serta tambahan kenaikan nilai pasar global saham sebesar 265 miliar dollar AS. Dengan begitu, total aset kelolaan BlackRock melampaui ekspektasi analis yang sebesar 13,9 triliun dollar AS.

Kinerja Kuartal IV 2024: Laba Bersih dan Aliran Dana

Meski pencapaian aset kelolaan melonjak pada 2025, laporan kuartal IV 2024 menunjukkan laba bersih BlackRock yang disesuaikan meningkat signifikan.

Pada periode tersebut, laba bersih tercatat sebesar 2,18 miliar dollar AS atau 13,16 dollar AS per saham, naik dibandingkan 1,87 miliar dollar AS atau 11,93 dollar AS per saham pada kuartal IV 2023.

Relaksasi kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang semakin dovish, meredanya inflasi, serta mendinginnya pasar tenaga kerja menjadi faktor pendukung utama.

Aliran dana masuk ke produk obligasi juga meningkat tajam, dengan dana pendapatan tetap mencapai 83,77 miliar dollar AS, naik dari 23,78 miliar dollar AS di kuartal IV 2023.

Dominasi ETF dan Pertumbuhan Pasar Privat

CEO BlackRock, Larry Fink menyampaikan optimisme menyambut 2026 dengan momentum yang kuat.

Unit Exchange Traded Fund (ETF) saham mencatat aliran dana masuk sebesar 123 miliar dollar AS, sehingga total aset unit ini untuk pertama kalinya melampaui 4 triliun dollar AS. ETF obligasi juga meraih tambahan dana sebesar 52 miliar dollar AS.

Di sisi lain, BlackRock memperkuat bisnis investasi di pasar privat. Dana kredit privat mengumpulkan 7,2 miliar dollar AS, sementara unit investasi infrastruktur memperoleh hampir 5 miliar dollar AS.

Transformasi Strategis Menuju Investasi Privat

Dalam dua tahun terakhir, BlackRock melakukan akuisisi besar-besaran untuk memperkuat posisinya di pasar privat.

Perusahaan menghabiskan hampir 30 miliar dollar AS untuk membeli beberapa pemain utama, seperti Global Infrastructure Partners, HPS Investment Partners, dan Preqin.

Produk hasil akuisisi, termasuk dana pinjaman korporasi HLEND senilai 25 miliar dollar AS, menawarkan biaya pengelolaan lebih tinggi dibandingkan ETF berbiaya rendah yang populer di kalangan investor ritel.

Kinerja Keuangan dan Prospek

Pendapatan BlackRock pada kuartal IV 2025 naik 23 persen menjadi 7 miliar dollar AS dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penjualan bersih tahunan mencapai 24,2 miliar dollar AS.

Namun, laba bersih kuartal IV turun sepertiga menjadi 1,1 miliar dollar AS akibat kenaikan biaya kompensasi karyawan dan biaya terkait akuisisi.

Meski demikian, saham BlackRock tetap menguat, naik 2 persen dalam perdagangan pra-pasar pada Kamis pagi.

Sepanjang 2025, kinerja saham perusahaan sempat tertinggal dari indeks S&P 500, yang mencatat kenaikan lebih tinggi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#pasar-keuangan #blackrock #perusahaan-pengelola-aset #larry-fink #aset-kelolaan

https://money.kompas.com/read/2026/01/15/214034526/cetak-rekor-aset-kelolaan-blackrock-tembus-14-triliun-dollar-as