Prospek Emiten Konsumer UNVR, AMRT Cs pada 2026 saat Keyakinan Konsumen Melandai

Prospek Emiten Konsumer UNVR, AMRT Cs pada 2026 saat Keyakinan Konsumen Melandai

Prospek emiten konsumer seperti UNVR dan AMRT pada 2026 dipengaruhi oleh keyakinan konsumen yang melandai. Meski ada tantangan, potensi pemulihan tetap ada.

(Bisnis.Com) 15/01/26 06:20 103855

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan analis memiliki pandangan yang berbeda ihwal data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang melandai pada Desember 2025 dan dampaknya terhadap emiten konsumer Tanah Air.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo menjadi salah satu yang menilai lesunya data IKK pada Desember cenderung memberikan sentimen yang negatif terhadap prospek emiten konsumer. Terlebih, data tersebut mengukur keyakinan konsumen pada periodehigh season.

Menurutnya, data itu memang mencerminkan kondisi daya beli masyarakat yang masih melambat pada periode tersebut. Kondisi itu telah mendorong investor untuk cenderungwait and seeterhadap prospek saham-saham di sektor konsumer.

“Masih banyaknya tantangan pada emiten sektor tersebut membuat investor masihwait and seekarena saat ini, masih adanya tekananbottom lineakan membuat pembagian dividen bisa berpotensi menurun,” katanya kepada Bisnis, Rabu (14/1/2026).

Dengan begitu, kembali membaiknya daya beli masyarakat menjadi salah satu prasyarat emiten-emiten konsumer dapat kembali menguat pada 2026. Saat ini, investor dinilai tengah menanti realisasi dari aksi pelonggaran moneter pemerintah belakangan.

Di satu sisi, Junior Research Analyst Dipta Daniswara, memberikan pandangan yang berbeda. Menurutnya, kendati data IKK melandai pada bulan terakhir 2025, tetapi data penjualan ritel di kuartal IV berada di kisaran 4,3–6,3%. Hal itu lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya.

Dengan begitu, Dipta menilai investor tidak perlu untuk merevisi target harga emiten konsumer secara drastis. Menurutnya, data tersebut masih menunjukkan pertumbuhan positif kendati melandai.

Penurunan IKK belakangan, lebih disebabkan oleh bencana di Sumatra hinggaspendingfestive season yang tertahan.

“Kondisi ini memungkinkan laba emiten sektor konsumer siklikal dan ritel seperti MAPI, AMRT, dan ICBP tetap tumbuh, meski hanya di level single digit,” katanya kepada Bisnis, Rabu (14/1/2026).

Bahkan, peluang masuknya dana asing ke saham-saham konsumer di 2026 masih terbuka lebar lantaran data penjualan ritel pada kuartal akhir 2025 yang dinilai sebagai fase awal pemulihan.

Dengan begitu, Sinarmas Sekuritas masih menilai positif prospek emiten konsumer. Terutama, di tengah stabilitas ekonomi dan kebijakan pemerintah yang propasar, diharapkan mampu mendorong pemulihan daya beli di masyarakat.

“Data IKK masih berada di zona optimis, sehingga tidak menunjukkan pelemahan daya beli yang bersifat struktural dan berkepanjangan hingga 2026. Dengan kondisi ini, potensi masuknya dana asing masih ada, tetapi cenderung selektif sambil menunggu sinyal pemulihan konsumsi yang lebih kuat,” katanya.

Sinarmas memberikan rekomendasibuy on weaknessterhadap saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY), atau PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT).

#emiten-konsumer #prospek-emiten #keyakinan-konsumen #indeks-keyakinan-konsumen #daya-beli-masyarakat #saham-konsumer #pelonggaran-moneter #penjualan-ritel #laba-emiten #dana-asing #stabilitas-ekonomi #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260115/189/1944333/prospek-emiten-konsumer-unvr-amrt-cs-pada-2026-saat-keyakinan-konsumen-melandai