SGRO Ganti Nama dan Angkat Komisaris Utama Baru Usai Diakuisisi Posco
PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) berganti nama menjadi PT Prime Agri Resources Tbk. dan mengangkat Byoungsun Kong sebagai Komisaris Utama setelah diakuisisi Posco.
(Bisnis.Com) 13/01/26 20:16 102421
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan sawit dan CPO, PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) berganti nama dan mengangkat jajaran dewan komisaris baru setelah resmi dikendalikan oleh Posco International Corporation.
Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa (13/1/2026), SGRO membahas tiga agenda. Dua di antaranya ialah persetujuan atas perubahan nama perseroan dan persetujuan atas perubahan susunan dewan komisaris perseroan.
"Rapat menyetujui perubahan nama perseroan dari semula PT Sampoerna Agro Tbk. menjadi PT Prime Agri Resources Tbk.," papar manajemen SGRO dalam keterbukaan informasi, Selasa (13/1/2026).
Manajemen SGRO menyiapkan alternatif nama perusahaan apabila nama tersebut tidak disetujui oleh Kementerian Hukum RI dan/atau instansi terkait lainnya. Alternatif tersebut ialah PT Prime Agro Resources Tbk. atau PT Premier Agri Resources Tbk.
RUPSLB tersebut juga menyetujui dan menerima permohonan pengunduran diri Eka Dharmajanto Kasih dari jabatannya sebagai Komisaris UTama SGRO.
Selanjutnya, SGRO mengangkat Byoungsun Kong sebagai Komisaris Utama. Adapun, Raden Bagus Permana Agung Dradjattun dan Saud Usman Nasution tetap menjadi Komisaris Independen perseroan.
Perombakan itu dilakukan setelah perusahaan konglomerasi asal Korea Selatan, Posco resmi menjadi pemegang saham pengendali SGRO.
Pada 23 November 2026, Posco International Corporation melalui anak perusahaannya AGPA Pte. Ltd. resmi membeli 65,721% saham PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) yang dimiliki Grup Sampoerna melalui Twinwood Family Holdings Limited.
Untuk menebus 1,19 miliar lembar saham SGRO itu, Posco merogoh kocek sebesar Rp9,44 triliun. Harga per lembar saham SGRO pada transaksi itu Rp7.903 per lembar.
Mengutip laman resminya, Posco menyebut perusahaan telah menyelesaikan rantai nilai penuh pada bisnis minyak sawit setelah mengakuisisi SGRO dari pengembangan benih hingga produksi minyak sawit untuk bahan baku biofuel.
"Melalui akuisisi ini, POSCO International telah menambah 128.000 ha perkebunan, lebih dari dua kali lipat ukuran Seoul dan sekarang memiliki total basis pertanian global seluas 150.000 ha, termasuk perkebunannya yang ada di Papua, Indonesia," tulis Posco .
Posco menyebut SGRO mengoperasikan perkebunan kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan, memiliki anak perusahaan benih kelapa sawit dan lembaga penelitian yang menempati peringkat kedua dalam pangsa pasar domestik di Indonesia.
Posco menyebut yang menarik dari akuisisi SGRO ialah keuntungan yang stabil yang dapat dihasilkan sejak awal akuisisi karena pohon sawit telah mencapai usia dewasa.
"Bisnis kelapa sawit merupakan industri jangka panjang dengan imbal hasil tinggi karena panen dapat dilakukan tiga hingga 4 tahun setelah penanaman dan produksi berlanjut selama lebih dari 20 tahun."
#sgro #sampoerna-agro #posco-international #akuisisi-sgro #perubahan-nama-sgro #prime-agri-resources #komisaris-utama-sgro #byoungsun-kong #saham-sgro #bisnis-kelapa-sawit #perkebunan-sawit #cpo-indone