Kementan Perluas Program Cetak Sawah ke Seluruh Papua

Kementan Perluas Program Cetak Sawah ke Seluruh Papua

Program cetak sawah, kata Fakhiri, menjadi fondasi awal pengembangan kawasan pertanian pangan di Papua.

(Bisnis Tempo) 12/01/26 15:56 100887

KEMENTERIAN Pertanian memperluas program cetak sawah ke sejumlah kabupaten di Tanah Papua. Program ini tidak lagi terfokus di Merauke, tetapi mencakup Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan wilayah lainnya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan perluasan dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. “Supaya daerah-daerah yang susah pangan ini tidak harus angkut dari pulau lain,” kata dia.

Menurut Sudaryono, pemerintah mengikuti usulan dari pemerintah kabupaten sial luas lahan yang dicetak. Usulan bervariasi, mulai dari puluhan hingga ribuan hektare per kabupaten.

Program cetak sawah tersebut masih menunggu penyelesaian aturan teknis sebelum dilaksanakan secara penuh. Meski begitu, Sudaryono menyebut pelaksanaan akan dipercepat. “Sebisa mungkin secepatnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Mathius Fakhiri menargetkan pencetakan 5.380 hektare sawah pada 2026. Ia berujar kebijakan itu sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan berbasis potensi lokal di Papua.

"Program cetak sawah merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia," tutur Fakhiri mengutip Antara, Jumat, 2 Januari 2026.

Fakhiri menilai program ini menjadi langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. Adapun sepanjang 2025 telah direalisasikan pencetakan sawah seluas 640 hektare yang berlokasi di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi.

Program cetak sawah, kata Fakhiri, menjadi fondasi awal pengembangan kawasan pertanian pangan di Papua. Karena itu, program cetak sawah akan terus berlanjut pada 2026. Pemerintah akan memastikan program berjalan optimal melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan sistem pascapanen.

Dia menjelaskan pada 2027 Papua akan menjadi lumbung pangan, bukan hanya untuk Provinsi Papua, tetapi juga sebagai penyangga pangan bagi provinsi-provinsi di seluruh wilayah Papua.

"Kami memproyeksikan Papua tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga menjadi penyangga pangan bagi wilayah lain di Tanah Papua," ujarnya.

#cetak-sawah #kementan #papua #pertanian #psn

https://tempo.co/ekonomi/kementan-perluas-program-cetak-sawah-ke-seluruh-papua-2106447