#30 tag 24jam
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
IPOT mengubah Artificial Intelligence dari sekadar alat pelaporan menjadi Chief Investment Analyst yang mampu membaca, memahami, mensintesis, dan menyimpulkan jutaan... | Halaman Lengkap [1,025] url asal
#indo-premier-sekuritas #investasi-saham #artificial-intelligence-ai #aplikasi-trading #aplikasi-investasi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 29/06/26 20:28
v/263187/
JAKARTA - PT Indo Premier Sekuritas resmi meluncurkan inovasi pada aplikasi IPOT dengan menghadirkan fitur baru AI Analytics dan Trade Flow. Mengusung teknologi AI Decision Engine kompleks, IPOT mengubah paradigma lama dari platform yang sekadar menyajikan data manual, menjadi aplikasi yang memproses data menjadi keputusan investasi siap pakai untuk pemula.President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The menegaskan, selama lebih dari tiga dekade, industri pasar modal Indonesia terjebak dalam paradigma yang sama, dimana sekuritas berlomba-lomba menyajikan data dan indikator manual mentah.
Investor ritel dibombardir oleh grafik rumit, ringkasan broker, arus dana asing dan laporan keuangan tanpa tahu cara menyatukannya yang selama ini menjadi domain eksklusif dan monopoli para Fund Manager, Equity Analyst, Hedge Fund, dan Smart Money.
Paradigma tersebut didobrak dengan inovasi IPOT. IPOT bukan lagi sekadar platform trading online biasa. IPOT bertransformasi menjadi AI-Powered Decision Trading Platform pertama di Indonesia yang menghadirkan AI trading assistant untuk membantu investor menganalisis pasar, mengurangi beban analisis manual, dan mengambil keputusan investasi secara lebih cepat dan objektif.
Menggunakan algoritma matematis kompleks, market intelligence, dan kecerdasan buatan, IPOT mengeksekusi proses sintesis data untuk menghasilkan kesimpulan investasi yang tajam dengan akurasi dan presisi tinggi.
“Mesin AI Decision Engine yang dulunya hanya kami sediakan khusus untuk institusi raksasa, kini resmi didekonstruksi dan diserahkan secara utuh kepada investor ritel Indonesia. IPOT mendefinisikan ulang lanskap investasi nasional," jelas Moleonoto.
Ketika teknologi analytics lain berhenti hanya menjadi tumpukan data, AI IPOT bertindak sebagai AI trading assistant yang mengubah jutaan data pasar menjadi keputusan trading yang lebih tajam, presisi, dan objektif.
"Kami melakukan lompatan besar (outleap) melampaui era trading data manual. Senjata analisis tercanggih yang dulunya hanya diakses oleh institusi raksasa, kini kami serahkan sepenuhnya ke tangan investor ritel Indonesia," paparnya.
Ia menambahkan IPOT adalah AI-Powered Trading Platform pertama di Indonesia yang menggunakan algoritma matematis kompleks, market intelligence, dan artificial intelligence untuk mengubah jutaan data pasar menjadi analisis, kesimpulan, dan keputusan investasi.
“Filosofi pengembangan teknologi IPOT sangat sederhana bahwa Artificial Intelligence seharusnya tidak digunakan hanya untuk melaporkan pasar. Artificial Intelligence harus digunakan sebagai trading assistant untuk memperkuat keputusan, meningkatkan akurasi dan presisi, mengurangi bias, mempercepat financial analysis, serta memperkuat proteksi investasi,” imbuhnya.
Karena itu, seluruh ekosistem IPOT dibangun berdasarkan prinsip: AI for Decision. AI for Protection. IPOT percaya masa depan investasi bukan lagi ditentukan oleh siapa yang memiliki data paling banyak.
Masa depan investasi ditentukan oleh siapa yang memiliki teknologi Artificial Intelligence terbaik untuk mengubah data menjadi keputusan investasi.
Demokratisasi Melalui IPOT AI Analytics dan Trade Flow
Pertanyaannya kini adalah bagaimana mengintegrasikan data valuasi, fundamental, technical, foreign flow, broker aggressiveness, smart money activity, akumulasi, distribusi, liquidity, hingga perilaku pelaku pasar untuk kemudian menghasilkan sebuah sintesis kesimpulan investasi yang tajam?Selama ini jawaban atas pertanyaan tersebut hanya tersedia di meja kerja fund manager dan institutional analyst. IPOT mendemokratinya bagi investor ritel Indonesia melalui IPOT AI Analytics dan Trade Flow. Apa yang dulu hanya dimiliki institusi (institutional research, asset manager, fund manager, dan smart money), kini ada di genggaman investor ritel.
“IPOT mendemokratisasikan institutional intelligence tersebut kepada seluruh investor ritel Indonesia. AI Analytics dan Trade Flow IPOT bukan sekadar peluncuran fitur. Ini adalah Democratization of Institutional Intelligence,” tandasnya.
Ia pun merinci AI Decision Engine IPOT merupakan hasil pengembangan proprietary mathematical algorithms, machine learning, predictive analytics, behavioral finance modeling, serta institutional investment framework yang selama bertahun-tahun digunakan untuk kebutuhan institutional investment analysis.
AI Engine ini mampu melakukan Fundamental Intelligence Analysis, Technical Intelligence Analysis, Trade Flow Intelligence Analysis, Portfolio Intelligence Analysis, dan Market Intelligence Analysis yang kemudian diproses secara simultan menggunakan AI-powered mathematical algorithms untuk menghasilkan: Overview, Investment Thesis, Risk Assessment, Opportunity Detection, Portfolio Diagnosis, Trading Summary, Investment Conclusion.
Ubah Investor Jadi Chief Investment Analyst Berbasis AI
Inovasi IPOT ini mengubah Artificial Intelligence dari sekadar alat pelaporan menjadi Chief Investment Analyst yang mampu membaca, memahami, mensintesis, dan menyimpulkan jutaan data pasar menjadi keputusan investasi yang presisi untuk ditindaklanjuti.
AI Analytics IPOT dirancang sebagai Chief Investment Analyst berbasis Artificial Intelligence dan berperan sebagai trading assistant yang mengubah jutaan data pasar menjadi intelijen investasi yang mudah dipahami investor. Seluruh informasi tersebut menjadi pintu masuk menuju sistem AI Analytics IPOT yang lebih komprehensif.
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Menu Overview AI Analytics menyajikan ringkasan kondisi saham secara menyeluruh berdasarkan berbagai periode analisis. Sistem AI secara otomatis mengintegrasikan Trade Flow Summary, Financial Summary, Technical Summary, dan News Summary untuk menghasilkan satu kesimpulan investasi yang mudah dipahami investor dalam bentuk Bullish, Neutral, atau Bearish.
Menu Trade Flow memungkinkan investor membongkar aktivitas pelaku pasar secara lebih mendalam melalui analisis Live, Smart Money, Foreign, dan Aggression. Investor dapat melihat pergerakan akumulasi dan distribusi Smart Money secara real-time, aktivitas beli dan jual investor asing, tingkat agresivitas transaksi pasar, interpretasi pola aliran dana, hingga rekomendasi mengenai indikator apa saja yang perlu terus dipantau untuk mengantisipasi perubahan arah pasar.
Menu Financials mengubah laporan keuangan yang kompleks menjadi intelijen bisnis yang mudah dipahami. Melalui submenu Fundamentals, History, Health, Quality, Outlook, Peers, dan Risk, sistem AI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas fundamental perusahaan, kesehatan keuangan, kualitas laba, proyeksi bisnis, posisi kompetitif dibandingkan emiten sejenis, serta berbagai risiko tersembunyi yang berpotensi mempengaruhi valuasi perusahaan.
Menu Technical menghadirkan analisis teknikal berbasis AI melalui evaluasi Trend, Momentum, Volatility, Level, dan Strategy. Sistem AI tidak hanya membaca kekuatan trend dan momentum pasar, tetapi juga mengidentifikasi level support dan resistance penting serta menghasilkan strategi perdagangan yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar yang sedang berlangsung.
Sedangkan menu News memanfaatkan Artificial Intelligence untuk mengubah ratusan berita dan informasi publik menjadi intelijen investasi yang dapat langsung digunakan investor.
Trade Flow Simpulkan Apa yang Dilakukan Smart Money
Trade Flow IPOT merupakan AI Institutional Flow Intelligence Engine pertama yang dirancang untuk membongkar aktivitas pelaku pasar utama, mulai dari Smart Money, Investor asing (foreign), hingga pelaku transaksi agresif. AI Trade Flow mengubah jutaan data perdagangan menjadi intelijen pasar yang menjelaskan siapa yang menggerakkan harga, seberapa besar keyakinannya, dan apa implikasinya bagi pergerakan saham berikutnya.
Menu Overview menyajikan ringkasan komprehensif seluruh aktivitas pasar melalui Overall Flow Score, Smart Money Score, Foreign Flow Score, dan Aggression Score. AI Trade Flow memberikan interpretasi terhadap kondisi pasar terkini dan menjelaskan faktor-faktor utama yang perlu diawasi investor sebelum mengambil keputusan investasi.
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
siapa yang akan mengendalikan infrastruktur di balik ekspansi AI Indonesia yang diproyeksikan mencapai $10,9 miliar? Ketika sistem cerdas mulai bergeser dari sekadar... | Halaman Lengkap [659] url asal
#trescon #artificial-intelligence
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/06/26 15:08
v/260734/
Ketika sistem cerdas mulai bergeser dari sekadar uji coba di ruang rapat menjadi motor penggerak operasional utama perusahaan, sebuah pertanyaan besar muncul bagi para pemimpin bisnis di tanah air: siapa yang akan memegang kendali atas infrastruktur di balik masifnya ekspansi AI di Indonesia? Mengingat potensi pasarnya diproyeksikan menembus angka $10,9 miliar, celah bagi perusahaan untuk mengamankan dominasi pasar sebelum regulasi digital nasional diketuk kini semakin menyempit.Menjawab lompatan teknologi berskala besar ini, Trescon, firma fasilitator kesepakatan global, resmi mengumumkan penyelenggaraan World AI Show edisi ke-47 di Jakarta. Acara ini akan digelar bersamaan dengan Finance 2045 pada 7–8 Juli 2026. Mengusung tema "Membangun Masa Depan AI Indonesia yang Berdaulat & Skalabel", konferensi strategis ini dirancang sebagai wadah kolaborasi utama untuk mendorong otomatisasi—dari yang semula berupa proyek percontohan terisolasi, menjadi produksi komersial skala besar.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Industri
Langkah besar ini mendapat dukungan institusional yang solid, menjembatani langsung antara regulator negara dan eksekutor di sektor swasta. Acara ini didukung resmi oleh Mitra Strategis Pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian melalui Startup For Industry (SFI) dan Kementerian Ekonomi Kreatif, serta diperkuat oleh asosiasi industri utama seperti AISII dan KORIKA.
Menghadirkan Para Penentu Arah Kebijakan
Untuk membedah cetak biru penerapan AI yang tepat sasaran, sejumlah otoritas dan pakar teknologi papan atas Indonesia akan hadir sebagai pembicara. Sebanyak 13 sosok visioner siap memimpin diskusi strategis ini, di antaranya:
-Prof. Dr. Pratikno – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI
-Vivi Yulaswati – Deputi Bidang Perekonomian dan Transformasi Digital, BAPPENAS
-Muhammad Neil El Himam – Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF)
-Prof. Hammam Riza – Presiden KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri AI)
-Wempi Saputra – Direktur Eksekutif Bank Dunia
-Arie Purwanto – Wakil Direktur Ilmu Data dan Tata Kelola, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
-Sujala Pant – Perwakilan Residen UNDP Indonesia
-Eryk Pratama – Wakil Ketua Komite Tetap AI dan PDP, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)
-Budi Setiawan – Direktur Perindustrian Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Transportasi Kecil & Menengah, Kemenperin RI
-Mark Jefferson GO – Chief Strategy, Research and Development Officer, PT Erajaya Swasembada, Tbk
-Ajar Edi – Senior Vice President Regulatory & Government Affairs, PT Indosat Tbk
-Charles Budiman – Chief Digital Banking Officer, PT Bank Maybank Indonesia
-Andri Qiantori – Chief Technology Officer, LinkAja
Sudut Pandang Pemimpin Industri
"AI kini bertransformasi menjadi penggerak strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional, modernisasi layanan publik, dan kedaulatan digital. Dengan momentum yang kuat di berbagai sektor, AI punya potensi besar untuk mendongkrak produktivitas, inklusi, dan inovasi. Namun, akselerasi ini wajib diimbangi dengan tata kelola yang kokoh, terutama terkait perlindungan data, keamanan siber, dan etika terapan. Keberadaan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sudah menjadi fondasi yang kuat, tetapi tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjalankan AI yang bertanggung jawab dalam skala besar. Ke depan, kunci sukses kita ada pada keselarasan investasi, pengembangan talenta, dan regulasi yang mampu membangun kepercayaan publik jangka panjang,"ungkap Eryk Pratama, Wakil Ketua Komite Tetap AI dan PDP, KADIN Indonesia.
"AI terbukti mempercepat transformasi ekonomi digital kita dengan membantu bisnis berkembang lebih cepat, mengambil keputusan lebih cerdas, dan menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal. Mulai dari optimalisasi logistik, platform travel, hingga perluasan inklusi keuangan dan layanan publik,AI adalah motor inovasi. Seiring meluasnya adopsi ini, fokus kita harus bergeser pada aspek responsibilitas: memastikan tata kelola data berjalan baik, talenta digital terus dikembangkan, dan pemanfaatannya tetap etis. Hanya dengan cara ini Indonesia bisa memimpin ekosistem berbasis AI di Asia Tenggara," kata Dr. Irvan Bastian Arief, VP of Technology GRAND, Data and AI tiket.com.
Solusi Nyata, Bukan Sekadar Teori
Alih-alih terjebak dalam diskusi teoritis masa depan, agenda konferensi ini akan langsung membedah hambatan integrasi di lapangan yang kerap dihadapi industri saat ini, seperti kesiapan infrastruktur komputasi hingga strategi optimalisasi biaya inferensi. Dialog strategis tersebut akan mengalir melalui empat pilar tematik utama:
-Infrastruktur AI & Fondasi Data
-AI Generatif & Otomasi
-Ekosistem AI yang Bertanggung Jawab & Terpercaya
-Industri Cerdas & Infrastruktur Pintar
Keselarasan langkah ini kian diperkuat oleh bergabungnya koalisi pemimpin teknologi global serta para inovator korporasi yang siap mendanai fase pertumbuhan digital Indonesia berikutnya.
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
AS gunakan chatbot Grok untuk tembakkan lebih dari 2.000 rudal ke 2.000 target yang berbeda di Iran dalam waktu 96 jam. Militer Amerika Serikat (AS) ternyata menggunakan... | Halaman Lengkap [801] url asal
#grok #elon-musk #artificial-intelligence #amerika-serikat #iran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/06/26 15:13
v/253409/
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) ternyata menggunakan chatbot Grok milik Elon Musk untuk menembakkan lebih dari 2.000 rudal ke Iran selama perang berlangsung. Demikian diungkap seorang pejabat tinggi Pentagon.Pernyataan pejabat tersebut, yang disampaikan di bawah sumpah, disampaikan untuk membela Elon Musk dari gugatan kelompok National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) yang menuduh pusat data xAI secara ilegal mencemari komunitas kulit hitam.
Cameron Stanley, kepala petugas digital dan artificial intelligence (AI) Pentagon, mengatakan bahwa pengoperasian chatbot yang berkelanjutan adalah masalah keamanan nasional yang sangat penting. "Dan digunakan untuk menembakkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target berbeda dalam waktu 96 jam," katanya.
Menurut Stanley, Grok—chatbot AI generatif yang dikembangkan oleh xAI—termasuk di antara empat model AI yang saat ini mampu mendukung aplikasi keamanan nasional.
"Chatbot tersebut juga merupakan salah satu dari tiga produk yang dilengkapi untuk mendukung operasi penting misi dalam pengaturan rahasia," imbuh Stanley.
Pengungkapan Stanley itu merupakan pengakuan eksplisit pertama dari seorang pejabat pemerintah Trump bahwa pemerintah menggunakan AI milik Elon Musk untuk mengebom Iran, bergabung dengan beberapa sistem AI lain yang telah mendapat pengawasan ketat setelah serangan yang dipimpin AS menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.
Penyelidik militer AS percaya bahwa pasukan Amerika kemungkinan bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah perempuan Iran di Minab yang menewaskan sedikitnya 175 orang, sebagian besar anak-anak, dalam apa yang diyakini oleh analis dan pejabat hak asasi manusia sebagai insiden paling mematikan bagi korban sipil sejak pasukan AS dan Israel mulai menyerang negara itu pada bulan Februari.
Analis eksternal menduga bahwa penargetan berbasis AI Pentagon—selain kesalahan manusia yang gagal memeriksa apakah peta target sudah mutakhir—mungkin berperan dalam pengeboman tersebut.
Target untuk Operasi Epic Fury diidentifikasi dengan bantuan Sistem Cerdas Maven dari Badan Intelijen Geospasial Nasional, yang menggunakan AI untuk menyajikan data pada dasbor guna mendukung para pejabat dalam pengambilan keputusan mereka.
Produk AI tersebut tidak secara eksplisit membuat target tetapi bekerja di dalam Maven untuk mengidentifikasi potensi titik minat bagi intelijen militer.
Dalam pengajuan pernyataan ke pengadilan pada hari Senin, Pentagon mengatakan bahwa mereka bergantung pada "xAI’s Grok Gov Model", serangkaian produk yang dirancang untuk bekerja dengan lembaga federal dengan fitur-fitur yang tidak ditemukan dalam model AI terdepan lainnya.
Menurut Departemen Kehakiman, Pentagon akan sangat terdampak oleh putusan pengadilan yang mencegah xAI untuk "diterapkan, disempurnakan, dan di-upgrade" di seluruh Pentagon.
Penggunaan AI oleh Pentagon telah mendapat sorotan tajam setelah anggota Kongres dan analis militer asing mempertanyakan apakah intelijen yang salah menyebabkan serangan yang menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.
Pemerintahan Trump meminta seorang hakim federal di Mississippi untuk menolak gugatan yang diajukan oleh NAACP, yang mengeklaim xAI milik Musk melanggar Undang-Undang Udara Bersih dengan menjalankan puluhan turbin berbahan bakar gas meskipun tidak memiliki izin untuk itu.
NAACP menuduh bahwa xAI mengoperasikan setidaknya 57 turbin yang digunakan untuk memberi daya pada pusat data Colossus 2 tanpa kontrol polusi yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Udara Bersih.
Menurut Stanley, pusat data tersebut dan pusat data lainnya "berada di posisi yang tepat" untuk menyediakan "lonjakan kritis" dalam kapasitas energi jika terjadi "konflik bersenjata atau keadaan darurat lainnya" yang berdampak pada keamanan nasional.
"Pusat data yang mendukung produk AI yang digunakan oleh pemerintah federal adalah alat strategis jangka panjang yang vital untuk mempertahankan keunggulan teknologi kita terhadap musuh," imbuh pernyataan Stanley.
Beberapa anggota Partai Demokrat di Kongres mengusulkan undang-undang untuk membatasi penggunaan AI oleh militer setelah para pejabat tinggi menyatakan akan menyelidiki kematian warga sipil yang mungkin dapat dicegah dengan kontrol yang lebih ketat terhadap AI.
Rancangan undang-undang dari Senator Kirsten Gillibrand akan memastikan bahwa komandan manusia tetap memegang kendali dalam pengambilan keputusan hidup dan mati dan akan melarang penggunaan AI sepenuhnya dalam hal senjata nuklir, pengawasan domestik, dan sistem senjata otonom.
“Keputusan paling penting yang memengaruhi keamanan nasional kita dan nyawa anggota layanan kita harus selalu dibuat oleh manusia, bukan mesin yang tidak bertanggung jawab,” katanya dalam sebuah pernyataan awal bulan ini.
“Saat ini, Pentagon bergerak menuju penerapan teknologi AI yang sangat canggih tanpa pengamanan yang masuk akal, yang dapat memiliki konsekuensi bencana yang membuat kita semua kurang aman,” imbuh dia, yang dilansir The Independent, Kamis (18/6/2026).
“Kita harus bertindak sekarang—bukan untuk menghambat kemajuan teknologi, tetapi untuk menetapkan aturan yang jelas yang menjaga manusia tetap memegang kendali dan menjaga penggunaan AI dalam peperangan tetap cerdas dan aman.”
Meskipun bergantung pada beberapa produk AI untuk meluncurkan rudal ke Iran, Departemen Pertahanan juga terlibat dalam pertempuran hukum atas penggunaan alat AI lain yang digunakan untuk peperangan.
Perusahaan AI Anthropic gagal mencapai kesepakatan dengan Pentagon setelah mendapati bahwa pemerintah tidak menjamin penggunaan model Claude miliknya untuk pengawasan domestik atau drone otonom.
Pentagon kemudian menetapkan Anthropic sebagai "risiko rantai pasokan terhadap keamanan nasional" yang dapat membahayakan kontrak masa depan perusahaan dengan pemerintah, memicu pertempuran hukum yang sedang berlangsung.
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
BELAKANGAN ini, peringatan jangan percaya semua yang dilihat di media sosial semakin sering terdengar dalam percakapan sehari-hari. Fitrianta Eka PrasajaASN di... | Halaman Lengkap [689] url asal
#media-sosial #algoritma-media-sosial #kecerdasan-buatan-ai #artificial-intelligence-ai #badan-siber-dan-sandi-negara-bssn
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/06/26 08:26
v/252889/
Fitrianta Eka PrasajaASN di Badan Siber dan Sandi Negara serta Pemerhati Perang Informasi dan Kecerdasan Buatan
BELAKANGAN ini, peringatan "jangan percaya semua yang dilihat di media sosial" semakin sering terdengar dalam percakapan sehari-hari. Ungkapan tersebut tidak lagi sekadar nasihat, melainkan refleksi dari realitas baru: ruang informasi kita kini dipenuhi narasi yang sulit diverifikasi, diproduksi secara masif, dan dirancang untuk menggugah emosi.
Fenomena ini oleh sejumlah peneliti disebut sebagai "slopaganda", gabungan dari "slop", yaitu konten massal berkualitas rendah yang dihasilkan kecerdasan buatan, dan propaganda klasik. Jika propaganda tradisional membutuhkan waktu, riset, dan koordinasi, slopaganda bekerja dengan logika yang berbeda: cepat, adaptif, dan berskala besar. Dalam hitungan jam, ribuan variasi narasi dapat diproduksi dan disebarkan ke berbagai platform, dari TikTok hingga WhatsApp.
Indonesia menjadi lahan yang subur bagi perkembangan ini. Dengan lebih dari 200 juta pengguna internet dan dominasi media sosial sebagai sumber informasi, algoritma platform digital kini berperan sebagai penentu realitas bagi banyak orang. Konten yang muncul di linimasa bukanlah yang paling akurat, melainkan yang paling mampu menarik perhatian.
Dalam situasi krisis, baik konflik geopolitik, bencana, maupun isu domestik, slopaganda bekerja secara simultan. Satu peristiwa dapat dihadirkan dalam berbagai versi yang saling bertentangan. Gambar yang sama bisa disertai narasi berbeda, masing-masing menyasar emosi dan bias audiens tertentu. Hasilnya adalah kebingungan kolektif: publik tidak hanya terpapar informasi yang salah, tetapi juga kehilangan pijakan untuk menentukan mana yang benar.
Masalah ini diperparah oleh desain algoritma itu sendiri. Platform digital memprioritaskan keterlibatan atau engagement, bukan kebenaran. Konten yang memicu kemarahan atau ketakutan cenderung lebih cepat menyebar dibandingkan informasi yang netral dan terverifikasi. Dalam konteks ini, emosi menjadi mata uang utama, sementara akurasi menjadi variabel sekunder.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konten dengan muatan emosi negatif memiliki tingkat penyebaran jauh lebih tinggi dibandingkan konten netral. Di Indonesia, data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat lebih dari 11.000 konten hoaks teridentifikasi sepanjang 2024, meningkat 20% dibanding tahun sebelumnya. Sebagian besar hoaks tersebut menyebar melalui media sosial dan grup percakapan pribadi yang sulit dikendalikan.
Aktor propaganda, baik negara, kelompok, maupun individu, memanfaatkannya. Dengan bantuan kecerdasan buatan, mereka tidak hanya memproduksi konten, tetapi juga menguji dan mengoptimalkan efektivitasnya secara real time.
Dampaknya terlihat pada menurunnya tingkat kepercayaan publik. Ketika dihadapkan pada banjir informasi yang saling bertentangan, masyarakat cenderung kembali pada keyakinan awal atau memilih narasi yang paling sesuai dengan preferensi mereka. Dalam jangka panjang, kondisi ini menggerus kepercayaan terhadap media, pemerintah, bahkan terhadap konsep kebenaran itu sendiri.
Di Indonesia, kecenderungan ini semakin mengkhawatirkan. Tingginya ketergantungan pada media sosial sebagai sumber berita membuat masyarakat lebih rentan terhadap manipulasi narasi. Data Komdigi menunjukkan hingga akhir Agustus 2025 telah ada 1.404.387 konten negatif yang ditangani sepanjang delapan bulan terakhir, termasuk disinformasi. Ketika kepercayaan terfragmentasi, ruang publik tidak lagi menjadi tempat pertukaran gagasan, melainkan arena kompetisi emosi.
Yang dihadapi saat ini bukan sekadar persoalan disinformasi, melainkan perubahan struktural dalam ekosistem informasi. Propaganda tidak lagi bergantung pada aktor manusia semata, tetapi juga pada sistem yang mampu belajar, beradaptasi, dan mengoptimalkan penyebaran pesan secara otomatis.
Saat ini, Indonesia belum memiliki peraturan pemerintah yang spesifik mengenai deepfake dan segala bentuk manipulasi gambar atau video oleh AI. Pembuatan konten baru yang diedit dari konten asli dengan tujuan menyebarkan berita palsu dikategorikan sebagai hoaks di bawah undang-undang yang berlaku saat ini. Pemerintah tengah menyiapkan Roadmap AI Nasional dan Pedoman Etika AI sebagai kerangka tata kelola yang komprehensif.
Karena itu, pertanyaan yang relevan bukan lagi bagaimana menghentikan propaganda sepenuhnya, sesuatu yang nyaris mustahil dalam ekosistem terbuka, melainkan bagaimana menjaga kualitas nalar publik di tengah arus informasi yang semakin tidak terkendali.
Tanpa upaya serius untuk memperkuat literasi digital, transparansi algoritma, dan akuntabilitas platform, masyarakat akan terus berada dalam kondisi yang oleh sebagian peneliti disebut sebagai "information drowning", yaitu tenggelam dalam lautan informasi tanpa kemampuan membedakan mana yang dapat dipercaya.
Dalam situasi seperti ini, ancaman terbesar bukan sekadar kebohongan yang dipercaya, melainkan hilangnya kepercayaan itu sendiri. Ketika kebenaran dianggap relatif dan emosi menjadi tolok ukur utama, propaganda tidak perlu lagi meyakinkan, cukup membuat orang bereaksi.
Dan di situlah letak tantangan terbesar bagi demokrasi modern: bertahan dalam dunia di mana realitas tidak lagi tunggal, melainkan terfragmentasi oleh algoritma dan narasi yang terus bersaing memperebutkan perhatian.
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMA PUSAKA) MNC University menggelar talkshow bertajuk “TV Commercial Production in The Age of AI: Peran AI dalam... | Halaman Lengkap [431] url asal
#mnc-university #iklan #artificial-intelligence-ai #perguruan-tinggi-swasta
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/06/26 19:46
v/252543/
JAKARTA - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap industri kreatif, termasuk dalam proses produksi film, iklan, dan konten visual. Melihat transformasi tersebut, Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMA PUSAKA) MNC University menggelar talkshow bertajuk “TV Commercial Production in The Age of AI: Peran AI dalam Industri Produksi” bersama praktisi industri dari KRUFEST.Kegiatan yang diikuti oleh 74 mahasiswa ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda kreatif untuk memahami bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan secara tepat dalam proses produksi kreatif, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan industri digital.
Talkshow menghadirkan Dimas Djay, sutradara sekaligus Ketua Presidium KRUFEST, serta Sim F, sutradara film Susi Susanti: Love All dan Surat untuk Masa Mudaku. Diskusi dipandu oleh Kaila Al Khalifi dan membahas berbagai aspek pemanfaatan AI dalam industri kreatif.
Dalam sambutannya, Dimas Djay menekankan bahwa perkembangan teknologi harus diikuti dengan kesiapan generasi muda dalam beradaptasi dan terus mengasah kreativitas.
“Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa mampu menjadi kreator yang memiliki daya adaptasi tinggi. Teknologi terus berkembang, sehingga kreativitas dan kemampuan untuk bertahan menjadi hal yang penting,” ujarnya.
Sementara itu, Sim F menjelaskan bahwa AI saat ini telah menjadi bagian dari alur kerja kreatif, mulai dari pengembangan ide, eksplorasi visual, pembuatan storyboard, hingga proses pascaproduksi.
Menurutnya, AI bukanlah pengganti kreativitas manusia, melainkan alat yang dapat membantu kreator bekerja lebih efektif.
“AI adalah alat untuk membantu proses kreatif, bukan menggantikan kreativitas manusia. Ide, empati, dan kemampuan bercerita tetap menjadi kekuatan utama seorang kreator,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai konsep hybrid workflow, yaitu kolaborasi antara manusia dan AI dalam menghasilkan karya kreatif. Melalui pendekatan ini, AI dapat membantu mempercepat proses teknis, sementara keputusan kreatif, storytelling, dan nilai artistik tetap berada pada kreator.
Selain membahas teknologi, narasumber juga memberikan wawasan mengenai kompetensi yang perlu dimiliki calon kreator, seperti kemampuan storytelling, literasi visual, penyusunan prompt, kurasi hasil AI, pemahaman etika digital, serta kesadaran terhadap hak kekayaan intelektual.
Dekan Fakultas Industri Kreatif MNC University, Dr. Iwan Gunawan, S.Sn., M.Si. , menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya MNC University dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri.
Melalui kegiatan ini, MNC University terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator dan kreator yang adaptif, kreatif, serta siap bersaing di industri kreatif masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program studi, kolaborasi akademik, maupun kegiatan di MNC University, silakan kunjungi:
Website: https://mncu.ac.id
Telp/WA: 0811-9325-889
Email: [email protected]
Ikuti juga kami di media sosial:
Instagram: @mncuniversity
TikTok: @mncuniversity
YouTube: MNC University
Alamat Kampus: Jl. Panjang Blok A8, Green Garden, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Kegilaan terhadap Kecerdasan Buatan (AI) mendorong umat manusia ke era paradoks: menggunakan AI untuk menemukan solusi dalam memerangi perubahan iklim, tetapi pusat... | Halaman Lengkap [569] url asal
#kecerdasan-buatan #artificial-intelligence-ai #berbasis-ai
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/06/26 10:45
v/251193/
BEIJIN - Kegilaan terhadap Kecerdasan Buatan (AI) mendorong umat manusia ke era paradoks: menggunakan AI untuk menemukan solusi dalam memerangi perubahan iklim, tetapi pusat data AI itu sendiri mengonsumsi listrik dalam jumlah besar, mengancam akan menghancurkan tujuan iklim global.Menurut laporan terbaru dari Forum Ekonomi Dunia (WEF), jawaban atas dilema ini bukan terletak pada pengurangan AI, tetapi pada lompatan maju yang disebut komputasi kuantum optik. Teknologi inovatif ini, yang menggunakan partikel cahaya untuk menggantikan listrik tradisional, diharapkan akan mengantarkan era baru AI yang ramah lingkungan, sangat canggih, dan sepenuhnya tanpa cela.
Selama 35 tahun terakhir, sistem komputasi kuantum berbasis elektron telah menghadapi hambatan fatal: panas berlebih dan masalah penskalaan. Seiring bertambahnya jumlah qubit (bit kuantum – unit informasi dasar dalam komputer kuantum), sistem membutuhkan mesin pendingin besar untuk menjaga suhu mendekati nol mutlak (sekitar -273 derajat Celcius), yang mengonsumsi energi dalam jumlah sangat besar hanya untuk mencegah chip mengalami kegagalan.
Menurut para pengamat, langkah yang mengubah permainan adalah integrasi teknologi optik ke dalam pemrosesan kuantum. Alih-alih memaksa elektron untuk bergerak dan menghasilkan panas dalam sirkuit semikonduktor, komputer kuantum optik mengirimkan informasi menggunakan foton, yang merupakan partikel cahaya.
Tidak seperti listrik konvensional, cahaya bergerak dengan kecepatan maksimum di alam semesta, tidak menghasilkan panas internal, dan hampir tidak mengonsumsi energi selama proses transfer informasi.
Lebih spesifiknya, para ahli teknologi percaya bahwa komputer kuantum optik memiliki keunggulan unik: kemampuan untuk beroperasi pada suhu ruangan normal dan tekanan atmosfer.
Hal ini sepenuhnya mematahkan monopoli laboratorium yang dilengkapi dengan sistem vakum dan pendingin yang mahal. Dengan sepenuhnya menghilangkan infrastruktur pendinginan, teknologi ini memutus korelasi negatif antara kinerja pemrosesan yang ekstrem dan konsumsi daya, membuka jalan bagi terwujudnya model AI Generatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang tidak membebani jaringan listrik nasional.
Tujuan utama komunitas ilmiah global adalah menciptakan mesin yang memiliki antara 1 juta dan 100 juta qubit untuk aplikasi luas dalam aplikasi dunia nyata. Berkat multiplexing optik – sederhananya, transmisi simultan beberapa aliran data kuantum melalui satu kabel serat optik – laju replikasi qubit meningkat dengan kecepatan yang sangat pesat.
Menurut perkiraan strategis WEF, sistem komputasi kuantum optik yang tahan terhadap kesalahan dengan kapasitas 1 juta qubit akan secara resmi menjadi kenyataan sekitar tahun 2030.
Kekuatan komputasi tanpa batas dengan kecepatan cahaya ini bukanlah perlombaan senjata fiksi ilmiah, melainkan lahir untuk secara langsung melayani kepentingan mendesak umat manusia.
Di bidang kedokteran , mesin ini mampu mensimulasikan struktur molekul biologis kompleks hanya dalam hitungan detik, mempersingkat proses uji klinis yang sebelumnya berlangsung 3 hingga 5 tahun menjadi beberapa hari, membuka jalan bagi era pengobatan personal dan pengobatan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dari akarnya.
Tanggung jawab makro dari AI hijau juga secara jelas ditunjukkan dalam upaya melindungi ketahanan pangan global dan iklim. Komputer kuantum optik dapat mengoptimalkan proses sintesis pupuk buatan melalui mekanisme fiksasi nitrogen berenergi rendah, menghilangkan jutaan ton emisi karbon dari pertanian industrial.
Pada saat yang sama, kemampuan untuk memproses jutaan skenario cuaca secara bersamaan memungkinkan AI untuk secara akurat memprediksi badai dahsyat atau bencana alam lokal beberapa hari sebelumnya, membantu umat manusia secara proaktif menghindari kekuatan alam yang merusak.
.
Munculnya komputer kuantum optik membuktikan bahwa batas utama teknologi bukanlah menciptakan otak buatan yang mengonsumsi listrik berlebihan, melainkan membebaskan pemikiran manusia dari keterbatasan fisik yang sudah usang.
Ketika aliran cahaya secara resmi menggantikan denyut listrik penghasil panas, umat manusia akan memiliki kekuatan tertinggi: kecerdasan buatan superior yang mampu menyelesaikan bencana eksistensial abad ini, tetapi beroperasi dengan sumber energi paling minimalis dan sehat bagi planet ini
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Para peneliti juga berharap bahwa hal ini akan membuka jalan bagi kemungkinan pencegahan pandemi di masa depan Selama beberapa dekade, pertempuran antara manusia... | Halaman Lengkap [731] url asal
#vaksin #artificial-intelligence-ai #kecerdasan-buatan #virus
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/06/26 17:59
v/249721/
BEIJING - Selama beberapa dekade, pertempuran antara manusia dan virus telah menyerupai pengejaran tanpa akhir. Virus terus bermutasi. Vaksin harus terus diperbarui agar tetap relevan.Influenza musiman adalah contoh yang paling jelas. Setiap tahun, para ilmuwan harus memprediksi jenis virus mana yang akan dominan agar dapat mengembangkan vaksin yang sesuai. Dengan Covid-19, dunia juga telah menyaksikan banyak pembaruan vaksin karena varian baru terus bermunculan sejak tahun 2021.
Namun bagaimana jika manusia tidak lagi harus mengejar virus? Para peneliti di Universitas Cambridge berpendapat bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat sepenuhnya mengubah pendekatan tersebut. Baru-baru ini, tim peneliti menerbitkan hasil uji coba pertama pada manusia untuk vaksin yang komponen intinya dirancang sepenuhnya menggunakan AI.
Ini dianggap sebagai tonggak penting tidak hanya bagi industri vaksin tetapi juga bagi penerapan AI dalam ilmu biomedis.
Yang membedakan penelitian ini adalah tujuannya bukan untuk menciptakan vaksin baru melawan Covid-19. Ambisi tim peneliti jauh lebih besar.
Alih-alih berfokus pada strain virus tertentu, para ilmuwan ingin menciptakan vaksin yang dapat melindungi terhadap seluruh keluarga virus. Dalam hal ini, kelompok virus yang ditargetkan adalah sarbecovirus, yang meliputi virus penyebab SARS, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, dan banyak virus corona lainnya yang ada pada hewan.
Ini juga merupakan kelompok virus yang dikhawatirkan para ilmuwan dapat menciptakan pandemi baru di masa depan jika terjadi penularan dari hewan ke manusia.
Ketika variasi yang cukup banyak terakumulasi, sistem kekebalan tubuh, yang telah dilatih oleh vaksin-vaksin lama, akan kurang efektif dalam mengenalinya. Itulah mengapa vaksin tradisional seringkali perlu diperbarui secara berkala. AI diharapkan dapat membantu mengatasi kelemahan bawaan ini.
Tim peneliti menggunakan AI untuk menganalisis data genetik dari ribuan virus yang terkait. Tujuannya adalah untuk menemukan ciri-ciri umum yang paling stabil, yaitu ciri-ciri yang hampir tidak berubah selama proses evolusi.
Jika vaksin dapat menargetkan karakteristik ini, perlindungan tidak lagi terbatas pada varian tertentu tetapi dapat meluas ke banyak strain virus yang berbeda.
Dengan kata lain, alih-alih terus-menerus memodifikasi vaksin setiap kali muncul varian virus baru, para ilmuwan ingin menciptakan mekanisme pertahanan yang lebih berkelanjutan. Karakteristik stabil yang diidentifikasi oleh AI telah menjadi dasar bagi vaksin baru ini.
Selain AI, teknologi vaksin juga memiliki beberapa perbedaan yang mencolok. Sementara sebagian besar masyarakat familiar dengan vaksin mRNA dari era pandemi Covid-19, penelitian ini menggunakan vaksin DNA.
Menurut para ilmuwan, vaksin DNA lebih stabil, sehingga penyimpanan dan transportasinya lebih sederhana, terutama di negara-negara dengan infrastruktur rantai dingin yang terbatas. Selain itu, jenis vaksin ini dapat diberikan tanpa jarum suntik.
Sebaliknya, aliran cairan bertekanan tinggi akan mengantarkan vaksin melalui kulit. Pendekatan ini diharapkan membuat vaksinasi lebih nyaman dan lebih mudah diterapkan dalam skala besar jika terjadi epidemi.
Jika gagasan vaksin yang tersedia secara luas berhasil, dampaknya dapat meluas jauh melampaui Covid-19. Para ilmuwan telah lama mengejar konsep "vaksin universal" untuk berbagai macam penyakit menular.
Influenza musiman adalah salah satu target yang paling menarik. Alih-alih harus memprediksi strain virus mana yang akan mendominasi setiap tahun, para peneliti ingin menciptakan vaksin yang dapat melindungi terhadap berbagai strain influenza yang berbeda secara bersamaan.
Ebola adalah contoh utama lainnya. Wabah baru-baru ini di Afrika telah dikaitkan dengan strain Bundibugyo, varian yang tidak dapat dicegah secara efektif oleh vaksin yang ada. Dalam kasus seperti itu, keharusan mengembangkan vaksin baru setelah wabah terjadi akan memperpanjang waktu respons.
Vaksin spektrum luas yang mencakup seluruh keluarga virus dapat sepenuhnya mengubah cara dunia menanggapi ancaman semacam itu. Alih-alih menunggu pandemi muncul sebelum bereaksi, orang dapat membangun perisai terlebih dahulu.
Namun, para peneliti juga menekankan bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan revolusi vaksin.
Uji klinis pada manusia menunjukkan bahwa vaksin tersebut merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi yang mampu mengenali berbagai jenis sarbecovirus. Teknologi ini juga dianggap aman dan dapat ditoleransi dengan baik.
Namun, respons imun yang diamati masih tergolong rendah. Para ilmuwan saat ini belum mengetahui berapa lama perlindungan tersebut berlangsung, apakah suntikan penguat (booster) diperlukan, atau apakah vaksin tersebut benar-benar mencegah infeksi dalam kondisi dunia nyata.
Pertanyaan-pertanyaan itu hanya dapat dijawab melalui uji coba berskala besar di masa mendatang. Vaksin universal masih beberapa tahun lagi sebelum menjadi kenyataan.
Namun, penelitian ini telah membuktikan satu hal penting: AI bukan lagi sekadar alat untuk menulis teks, membuat gambar, atau membantu dalam pemrograman.
Untuk pertama kalinya, komponen vaksin yang dirancang AI telah diuji pada manusia, membuka kemungkinan penggunaan kecerdasan buatan untuk membangun perisai medis terhadap ancaman yang mungkin belum pernah dihadapi umat manusia.
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Sesuai peraturan, mulai saat ini, konten yang berpotensi memengaruhi persepsi publik harus diidentifikasi dengan jelas. Komisi Eropa (EC) telah menerbitkan Kode... | Halaman Lengkap [327] url asal
#kecerdasan-buatan #artificial-intelligence-ai #eropa
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/06/26 06:34
v/249415/
BERLIN - Komisi Eropa (EC) telah menerbitkan Kode Praktik tentang Penandaan dan Pelabelan Konten AI untuk mendukung bisnis dan organisasi dalam memenuhi persyaratan transparansi baru.Komisi Eropa (EC) telah menerbitkan versi final Kode Praktik tentang Penandaan dan Pelabelan Konten yang Dihasilkan oleh Kecerdasan Buatan (AI), yang bertujuan untuk mendukung organisasi yang mengembangkan dan menerapkan AI dalam memenuhi persyaratan transparansi berdasarkan Undang-Undang AI Uni Eropa (UE).
Sesuai peraturan, mulai saat ini, konten yang berpotensi memengaruhi persepsi publik harus diidentifikasi dengan jelas. Ini termasuk produk palsu yang dibuat secara detail, serta teks yang dihasilkan atau diedit oleh AI terkait isu kepentingan publik, yang harus diberi label yang sesuai. Pengguna juga harus diberi tahu saat berinteraksi dengan sistem AI, seperti chatbot.
Sesuai peraturan, mulai saat ini, konten yang berpotensi memengaruhi persepsi publik harus diidentifikasi dengan jelas. Ini termasuk produk palsu yang dibuat secara detail, serta teks yang dihasilkan atau diedit oleh AI terkait isu kepentingan publik, yang harus diberi label yang sesuai. Pengguna juga harus diberi tahu saat berinteraksi dengan sistem AI, seperti chatbot.
Desain chip dan tantangan perlindungan kekayaan intelektual.Gelombang investasi di sektor semikonduktor membuka peluang bagi banyak perusahaan teknologi domestik untuk berpartisipasi dalam tahapan bernilai tambah tinggi seperti desain chip dan pengembangan sirkuit terpadu.
Bagi para pengembang sistem yang dihasilkan oleh AI, Kode Etik memberikan panduan tentang cara menambahkan pengidentifikasi pada konten seperti audio, gambar,video, atau teks yang dihasilkan atau diedit oleh AI, untuk memastikan bahwa konten tersebut dapat diidentifikasi menggunakan teknologi tersebut.
Bagi organisasi dan bisnis yang menerapkan AI, dokumen tersebut menetapkan tanggung jawab untuk secara jelas memberitahukan kepada publik ketika menerbitkan konten yang sangat direkayasa atau teks yang dihasilkan AI terkait isu-isu kepentingan publik, dalam kasus di mana tidak ada penyuntingan atau verifikasi oleh manusia.
Kode Etik ini dikembangkan oleh enam pakar independen, dengan kontribusi dari lebih dari 180 organisasi dan kelompok terkait, termasuk perusahaan teknologi, unit aplikasi AI, asosiasi industri, usaha kecil dan menengah, akademisi, sektor publik, dan organisasi masyarakat sipil.
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Forum Keamanan Digital, yang diselenggarakan dalam kerangka Konferensi Ekonomi Digital Global 2026 dan Konferensi Keamanan Siber Beijing ke-8 (BCS 2026), baru-baru... | Halaman Lengkap [731] url asal
#kecerdasan-buatan #artificial-intelligence-ai
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/06/26 22:27
v/248861/
BEIJING - Forum Keamanan Digital, yang diselenggarakan dalam kerangka Konferensi Ekonomi Digital Global 2026 dan Konferensi Keamanan Siber Beijing ke-8 (BCS 2026), baru-baru ini berlangsung di Pusat Konvensi Nasional China di Beijing.Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Beijing, Forum Keamanan Digital, yang diadakan dalam kerangka KonferensiEkonomiDigital Global 2026 dan Konferensi Keamanan Siber Beijing ke-8 (BCS 2026), baru-baru ini berlangsung di Pusat Konvensi Nasional China di Beijing, dan menarik lebih dari 3.000 akademisi, pakar, dan perwakilan bisnis dari lebih dari 30 negara dan wilayah.
Dengan tema "Di Era AI, Serangan dan Pertahanan Selalu Selangkah Lebih Maju," konferensi ini berfokus pada pembahasan perubahan lingkungan keamanan siber di bawah dampak kecerdasan buatan (AI), solusi teknologi inovatif untuk memastikan keamanan siber, dan mempromosikan kerja sama dalam mengembangkan ekosistem industri keamanan siber.
Dalam kerangka acara ini, lebih dari 200 konferensi tingkat tinggi, forum tematik, dan kegiatan sampingan diselenggarakan, menciptakan platform bagi lebih dari 1.000 bisnis untuk memamerkan produk mereka dan terhubung untuk kerja sama bisnis.
Menurut Gao Lin, Direktur Biro Koordinasi Keamanan Siber di bawah Administrasi Ruang Siber Pusat Tiongkok, AI secara mendalam mengubah karakteristik serangan siber dengan tiga tren utama: peningkatan kecerdasan, peningkatan efisiensi serangan yang dramatis, dan perluasan cakupan dampak yang pesat.
Ia berpendapat bahwa AI secara fundamental mengubah sistem dan model tata kelola keamanan siber, menciptakan kebutuhan mendesak akan inovasi dalam pemikiran, metode, alat, sistem pertahanan, dan teknologi inti.
Sementara itu, Zhao Zhi Guo, Wakil Ketua Asosiasi Internet China, mencatat bahwa pengembangan agen AI dengan kesadaran diri, pengambilan keputusan, dan kemampuan pelaksanaan tugas menimbulkan banyak tantangan baru terkait tanggung jawab hukum, penyalahgunaan kekuasaan, dan risiko penipuan.
Ia menyatakan bahwa Tiongkok mempercepat pembangunan sistem tata kelola keamanan siber yang sesuai untuk era AI, dengan fokus pada peningkatan kerangka hukum, peningkatan penerapan teknologi, dan promosi kerja sama ekosistem.
Ketua Qi An Xin Group, Qi Xiangdong, meyakini bahwa AI telah membawa serangan siber ke "era industrialisasi," memperburuk ketidakseimbangan antara kemampuan ofensif dan defensif.
Menurutnya, model tradisional yang berbasis pada penemuan dan penambalan kerentanan keamanan tidak lagi cukup untuk menanggapi ancaman baru.
Untuk beradaptasi dengan konteks ini, ia mengusulkan pembangunan sistem pertahanan tiga tingkat yang terdiri dari produk keamanan berbasis AI di lapisan dasar, agen AI yang bertanggung jawab atas operasi dan koordinasi di lapisan tengah, dan model AI platform yang berperan dalam berbagi intelijen dan mendukung pengambilan keputusan di lapisan atas.
Qi Xiangdong menekankan bahwa keamanan siber akan menjadi industri fundamental di era AI, dengan potensi pertumbuhan yang sangat besar seiring dengan transformasi digital dan perkembangan ekonomi digital.
Aspek penting lainnya adalah penerapan data berkualitas tinggi untuk meningkatkan kemampuan keamanan siber di sektor kendaraan pintar yang terhubung. Bapak La Xiaoping, Direktur Keamanan Informasi di BYD, menyatakan bahwa AI telah secara signifikan mengubah lanskap serangan dan pertahanan siber.
Menurutnya, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan serangan siber berbasis AI skala besar telah berkurang dari puluhan menit menjadi hanya sekitar 27 detik. Ia berpendapat bahwa solusi yang efektif adalah menggunakan AI untuk melawan AI, sambil menekankan peran penting data berkualitas tinggi.
BYD telah membangun platform data aman “iDiQuan”, yang menghubungkan 23 sumber data berbeda dan memproses lebih dari 5 miliar catatan data setiap hari untuk mendeteksi dan mengatasi ancaman keamanan siber secara real-time.
Berkat penerapan agen keamanan AI, perusahaan ini sekarang memproses lebih dari 300.000 email setiap hari, mencapai tingkat deteksi phishing sebesar 99,96%, sekaligus mengurangi waktu respons insiden keamanan siber dari 45 menit menjadi hanya 5 menit.
Selain itu, para ahli sangat prihatin tentang memastikan keamanan perangkat bertenaga AI seperti robot layanan dan terminal pintar, yang semakin banyak digunakan di bidang-bidang yang membutuhkan keamanan tinggi seperti e-government, energi, dan keuangan.
Menurut Li Quan'an, Manajer Umum Perusahaan Teknologi Beijing Yunji, dalam lingkungan yang membutuhkan keamanan tinggi, pelanggan tidak hanya memperhatikan kemampuan operasional robot tetapi juga menuntut otentikasi identitas perangkat, keterlacakan perilaku, perlindungan data, dan kendali operasional jarak jauh.
Pada konferensi tersebut, Yunji Corporation dan Qi An Xin mengumumkan generasi baru robot berkeamanan tinggi untuk sektor-sektor seperti instansi pemerintah, energi, pembangkit listrik, dan kawasan industri.
Perangkat-perangkat ini dirancang dengan kemampuan pelacakan operasional, pemantauan berkelanjutan, dan peringatan dini untuk meningkatkan keselamatan operasional.
Selain diskusi tentang AI dan keamanan siber, BCS 2026 juga menyelenggarakan berbagai forum tematik tentang energi cerdas, operasi bisnis yang aman, kantor digital, dan kompetisi keamanan siber praktis, yang berkontribusi untuk mempromosikan kerja sama dan inovasi di bidang penjaminan keamanan siber di era AI.
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) Anthropic mengungkapkan bahwa model AI-nya, Claude, kini menghasilkan lebih dari 80 persen kode pemrograman baru yang... | Halaman Lengkap [161] url asal
#artificial-intelligence-ai #kecerdasan-buatan #berbasis-ai
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/06/26 18:50
v/248687/
LONDON - Perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) Anthropic mengungkapkan bahwa model AI-nya, Claude, kini menghasilkan lebih dari 80 persen kode pemrograman baru yang digunakan dalam sistem produksi perusahaan.Menurut laporan terbaru dari unit risetnya, Institut Anthropic, penggunaan model AI telah secara signifikan meningkatkan produktivitas insinyur, dengan hasil kerja meningkat hingga delapan kali lipat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didorong oleh kemampuan agen AI yang sekarang mampu menulis seluruh file kode, menjalankan pengujian program, dan melakukan tugas-tugas teknis yang kompleks secara lebih otonom.
Data internal juga menunjukkan bahwa kemampuan agen terus berkembang, termasuk kemampuan untuk menyelesaikan tugas secara terus menerus hingga 12 jam tanpa berhenti.
Namun, perkembangan pesat ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai risiko 'peningkatan diri rekursif', yaitu situasi di mana model AI mampu membangun dan meningkatkan sistem penerusnya tanpa campur tangan manusia.
Dalam hal ini, Anthropic menyerukan pembentukan mekanisme kontrol global untuk memungkinkan pengembangan model AI canggih dihentikan sementara secara bersamaan jika risiko kehilangan kendali teridentifikasi.
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Universitas Bunda Mulia (UBM) menghadirkan inovasi pendidikan berbasis teknologi melalui peluncuran BM AI Tutor, sebuah platform asisten akademik pintar berbasis... | Halaman Lengkap [317] url asal
#perguruan-tinggi-swasta #pendidikan-tinggi #artificial-intelligence-ai #inovasi-pendidikan #digitalisasi-pendidikan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/06/26 12:00
v/248199/
JAKARTA - Universitas Bunda Mulia (UBM) menghadirkan inovasi pendidikan berbasis teknologi melalui peluncuran BM AI Tutor, sebuah platform asisten akademik pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).“Peluncuran BM AI Tutor menjadi langkah strategis UBM dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital. Platform ini dirancang sebagai tutor privat digital yang dapat diakses mahasiswa kapan saja dan di mana saja untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, personal, dan terukur,”, ujar Doddy Surja Bajuadji, Rektor Universitas Bunda Mulia, melalui siaran pers, Jumat (12/6/2026).
Yang membedakan BM AI Tutor dari berbagai platform AI lainnya adalah integrasinya secara langsung dengan kurikulum OBE yang diterapkan di Universitas Bunda Mulia. Melalui integrasi tersebut, setiap aktivitas pembelajaran, latihan, diskusi, hingga evaluasi yang dilakukan melalui platform ini disusun untuk mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Dengan pendekatan tersebut, BM AI Tutor tidak hanya membantu mahasiswa memperoleh jawaban atas pertanyaan akademik, tetapi juga membimbing proses belajar agar tetap selaras dengan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata kuliah.
Selain itu, platform ini juga memberikan dukungan kepada dosen melalui data dan informasi yang lebih akurat untuk memetakan tingkat ketercapaian CPMK mahasiswa secara berkelanjutan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih terstruktur, objektif, dan berbasis data.
BM AI Tutor juga mengimplementasikan pendekatan Student-Centered Learning (SCL) yang mendorong mahasiswa untuk belajar secara aktif dan mandiri. Melalui berbagai fitur interaktif yang tersedia, mahasiswa didorong untuk meningkatkan partisipasi dalam proses pembelajaran, memperkuat motivasi belajar, serta membangun budaya akademik yang kompetitif sekaligus kolaboratif.
Platform BM AI Tutor sendiri merupakan hasil pengembangan kolaboratif antara mahasiswa dan dosen Universitas Bunda Mulia bersama digitalplace.ai, sebuah perusahaan AI dan Robotics yang berbasis di Singapura.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan industri dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia.
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Namun, langkah China ini memicu kekhawatiran tentang kedaulatan digital negara Pakistan. Kerja sama China dan Pakistan yang selama hampir satu dekade identik dengan... | Halaman Lengkap [777] url asal
#china #pakistan #artificial-intelligence #partai-komunis-china #xi-jinping
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/06/26 07:25
v/247876/
JAKARTA - Kerja sama China dan Pakistan yang selama hampir satu dekade identik dengan pembangunan infrastruktur kini disebut memasuki fase baru yang berfokus pada transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), dan komputasi awan.Abdul Hannan Mansoor, pengamat geopolitik dari University of London, menyebut perubahan tersebut menjadi bagian dari transisi menuju CPEC 2.0 atau fase baru China-Pakistan Economic Corridor (CPEC).
Menurut Mansoor, kerja sama yang sebelumnya didominasi pembangunan jalan raya, pembangkit listrik tenaga batu bara, dan proyek konektivitas fisik kini bergeser ke sektor teknologi digital.
“Realitas yang sedang muncul adalah AI di Sungai Indus, yakni transfer sistematis kerangka kerja AI, perangkat keras pengawasan, dan alat tata kelola digital dari Beijing ke Islamabad,” sebut Mansoor, seperti dikutip dari Asia Times, Jumat (12/6/2026).
Dia menilai perubahan tersebut terjadi di tengah persaingan teknologi yang semakin intens antara Amerika Serikat dan China. Karena itu, integrasi digital China-Pakistan tidak lagi sekadar peningkatan kerja sama bilateral, tetapi juga bagian dari realignment geopolitik yang lebih luas.
Mansoor mengatakan telekomunikasi dan kecerdasan buatan kini telah bertransformasi dari sektor pelengkap menjadi prioritas strategis utama dalam hubungan kedua negara.
Menurut dia, daya tarik teknologi AI China bagi Pakistan muncul dari kebutuhan struktural negara tersebut.
Mengadopsi Standar China
Pakistan saat ini masih menghadapi keterbatasan modal dan tekanan dari program stabilisasi ekonomi IMF sehingga sulit membangun infrastruktur digital generasi berikutnya secara mandiri.
“China menawarkan solusi terintegrasi yang menggabungkan perangkat keras dan arsitektur komputasi awan, tetapi terdapat konsekuensi jangka panjang berupa ketergantungan teknologi,” papar Mansoor.
Dia menilai pembangunan basis data nasional dan infrastruktur digital penting di atas platform teknologi China akan mendorong Pakistan mengadopsi standar teknis dan standar data Beijing.
Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi menciptakan keterikatan institusional jangka panjang yang membuat diversifikasi teknologi di masa depan menjadi lebih sulit dan mahal.
Salah satu bentuk paling nyata dari transfer teknologi tersebut, kata Mansoor, terlihat dalam proyek Safe City yang diterapkan di sejumlah kota Pakistan.
Program itu memanfaatkan teknologi pengenalan wajah berbasis AI, pembaca pelat nomor otomatis, serta algoritma pemolisian prediktif yang dikembangkan perusahaan-perusahaan China.
Secara resmi, proyek tersebut dipromosikan sebagai upaya modernisasi untuk memerangi kriminalitas perkotaan dan ancaman militan.
Namun, Mansoor menilai program itu juga mencerminkan ekspor model tata kelola algoritmik yang selama ini diterapkan China di dalam negeri.
“Dengan menanamkan kemampuan ini ke dalam aparat keamanan Pakistan, Beijing membantu membentuk panoptikon digital di sepanjang Sungai Indus,” imbuh dia.
Menurutnya, Pakistan memperoleh alat yang efisien untuk pengawasan dan kontrol negara, sementara China mendapatkan lingkungan operasional nyata untuk menguji dan mengembangkan sistem AI miliknya.
Hambatan Verifikasi
Mansoor juga menyoroti dampak potensial terhadap industri teknologi informasi Pakistan yang selama ini berkembang pesat.
Dia mengatakan strategi pembangunan nasional Pakistan mendorong konsep “E-Pakistan” yang bertumpu pada pertumbuhan sektor digital dan ekspor teknologi.
Namun pada saat yang sama, sebagian besar industri perangkat lunak Pakistan masih bergantung pada pasar Amerika Utara dan Eropa.
Menurut Mansoor, nilai ekspor sektor teknologi informasi Pakistan saat ini mendekati USD3,8 miliar dan sebagian besar berasal dari kontrak perusahaan Barat serta jaringan outsourcing Eropa.
Dia memperingatkan bahwa meningkatnya integrasi dengan teknologi China dapat menimbulkan tantangan baru.
“Perusahaan teknologi Pakistan yang sangat terintegrasi dengan kerangka AI atau sistem penyimpanan data China dapat menghadapi hambatan verifikasi yang lebih ketat di pasar Barat,” terang Mansoor.
Akibatnya, Pakistan berisiko mengorbankan akses sektor ekonominya yang paling dinamis ke ekosistem teknologi Barat demi memperoleh infrastruktur digital bersubsidi dari China.
Lebih jauh, Mansoor menilai setiap transfer teknologi pada akhirnya berkaitan dengan persoalan kedaulatan digital.
Dia menyoroti semakin dalamnya keterlibatan perusahaan China dalam infrastruktur penting Pakistan, mulai dari jaringan listrik pintar hingga sistem pemantauan pertanian otomatis di kawasan Sungai Indus.
Risiko Ketergantungan Digital
“Jika data adalah komoditas utama ekonomi modern, Pakistan sedang menyerahkan hak eksplorasi lanskap digital domestiknya kepada satu kekuatan eksternal,” sambung Mansoor.
Menurut Mansoor, dalam situasi krisis geopolitik, ketergantungan tersebut dapat berkembang dari kerentanan ekonomi menjadi persoalan kedaulatan negara.
Dia juga menilai kepemimpinan China kini mengharapkan hubungan politik yang erat dengan Pakistan diwujudkan melalui hasil ekonomi dan teknologi yang konkret.
Persahabatan yang selama ini dikenal sebagai “All-Weather Friendship” antara Beijing dan Islamabad disebut tengah disesuaikan dengan lingkungan global yang semakin kompetitif.
Mansoor memperingatkan bahwa apabila kerja sama teknologi itu hanya dipandang sebagai solusi jangka pendek terhadap masalah keuangan Pakistan, negara tersebut berisiko terjebak dalam ketergantungan digital yang semakin dalam.
“Untuk mempertahankan otonomi strategis, Islamabad harus memastikan transfer AI China disertai kepemilikan kode domestik, kebijakan lokalisasi data yang ketat, dan ruang yang terlindungi bagi pengembangan teknologi independen,” ujarnya.
Tanpa perlindungan tersebut, menurut Mansoor, transformasi digital Pakistan berpotensi menjadi instrumen yang semakin mengikat negara itu pada kepentingan strategis Beijing.
“Tanpa pengamanan itu, transformasi digital di Sungai Indus bukanlah lompatan menuju masa depan, melainkan jangkar algoritmik yang mengikat Pakistan pada imperatif strategis Beijing,” pungkasnya.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56